BONTANGPOST.ID, Bontang – Rencana pembangunan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) di Jalan Selat Karimata, Bontang, harus menyesuaikan kondisi keuangan daerah. Efisiensi anggaran membuat pembangunan fasilitas tersebut tidak lagi dikerjakan secara penuh seperti desain awal.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang drg Toetoek Pribadi Ekowati mengatakan pembangunan Labkesda tetap berjalan dan saat ini memasuki proses mini kompetisi. Namun, luasan bangunan yang dikerjakan akan disesuaikan dengan anggaran yang tersedia.
Menurutnya, pembangunan fasilitas kesehatan tersebut sejak awal diarahkan untuk mempermudah akses masyarakat terhadap layanan kesehatan. Karena itu, meski terjadi penyesuaian akibat efisiensi anggaran, kebutuhan utama Labkesda tetap menjadi prioritas.
“Tujuan pemerintah membangun fasilitas kesehatan adalah untuk mempermudah akses masyarakat terhadap layanan kesehatan. Prosesnya dilakukan sesuai regulasi dan aturan yang ada,” kata Toetoek, Jumat (21/8/2026).
Ia menjelaskan, pembangunan tidak akan mencakup seluruh bagian bangunan sebagaimana perencanaan awal. Dari total rencana pembangunan, pekerjaan fisik diperkirakan hanya mencapai sekitar 50 persen lebih.
Penyesuaian tersebut dilakukan karena anggaran mengalami efisiensi. Pemerintah harus memilah bagian bangunan yang benar-benar penting agar fasilitas utama Labkesda tetap dapat diwujudkan.
“Yang ditiadakan adalah bagian yang tidak terlalu penting, tetapi yang menjadi syarat untuk keperluan laboratorium kesehatan tetap dibangun,” ucapnya.
Toetoek memastikan keterbatasan anggaran tidak membuat pembangunan Labkesda berhenti. Dinkes tetap berupaya agar pekerjaan dapat berjalan optimal dengan anggaran yang telah disesuaikan.
Pembangunan fisik ditargetkan selesai hingga akhir tahun. Saat ini prosesnya masih berada pada tahap mini kompetisi sebelum masuk ke pekerjaan konstruksi.
Terkait desain bangunan, Toetoek mengatakan tidak seluruh lantai yang sebelumnya direncanakan akan dibangun pada tahap ini. Bagian yang diprioritaskan adalah ruang yang berkaitan langsung dengan kebutuhan operasional Labkesda, yakni lantai dasar.
Sementara sejumlah ruang di bagian atas bangunan, seperti ruang rapat dan fasilitas pendukung lainnya, belum menjadi prioritas dalam pembangunan tahap sekarang.
“Yang di atas itu hanya tempat untuk karyawan, seperti ruang rapat dan lainnya. Jadi yang penting peruntukan untuk Labkesda dan kebutuhan karyawannya bisa terpenuhi,” tutur dia.
Dengan skema tersebut, Toetoek berharap fasilitas utama Labkesda tetap dapat dimanfaatkan setelah pembangunan rampung. Pengembangan bagian bangunan lainnya dapat dilakukan secara bertahap menyesuaikan kemampuan anggaran pemerintah daerah.
Ia menegaskan, efisiensi bukan berarti menghilangkan kebutuhan utama pembangunan. Penyesuaian dilakukan agar dana yang tersedia benar-benar diarahkan untuk pekerjaan yang memiliki manfaat langsung terhadap operasional layanan laboratorium kesehatan.
“Dengan anggaran yang sudah diefisienkan, kita diharapkan tetap bekerja optimal,” terang Toetoek.
Sebelumnya diberitakan, Pemkot Bontang mengalokasikan anggaran sebesar Rp11 miliar untuk pembangunan infrastruktur tersebut. Lahan telah diratakan sebagai persiapan pembangunan.
Dalam perencanaan awal, Labkesda dirancang sebagai gedung dua lantai. Lantai bawah akan difungsikan untuk pelayanan laboratorium, sementara lantai atas digunakan sebagai ruang kantor, administrasi, serta fasilitas pendukung seperti ruang pertemuan. (ak)


















































