BONTANGPOST.ID- Kebakaran sempat membara di KMP Bontang Express II saat kapal dalam kondisi off dan lego jangkar di perairan Kampungan, Desa Ketapang, Banyuwangi, Jumat (21/8).
Api yang diduga dipicu korsleting listrik itu muncul dari ruang lakstasi, kemudian merambat ke bagian rooftop hingga buritan. Beruntung, kru kapal bergerak cepat sehingga api berhasil dipadamkan sekitar 30 menit dan tidak menimbulkan korban luka.
Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 12.30. Saat itu, KMP Bontang Express II sedang tidak beroperasi dan berada di sebelah selatan Lanal Banyuwangi, tak jauh dari kawasan dermaga Lanal Banyuwangi.
Berdasarkan laporan anggota Polsek Kawasan Pelabuhan Tanjungwangi, api pertama kali diketahui muncul dari ruang lakstasi. Kobaran kemudian sempat membara di bagian kapal lainnya.
Namun, kondisi tersebut tidak berlangsung lama. Anak buah kapal (ABK) langsung melakukan penanganan dari dalam kapal. Upaya cepat kru membuat api tidak sampai merambat lebih luas.
Perwira jaga KSOP Tanjungwangi Muhamad Iqbal mengatakan, titik kebakaran berada di area rooftop hingga bagian buritan kapal. Laporan mengenai insiden tersebut diterima pihaknya sekitar pukul 13.47.
Hanya berselang lima menit, petugas melakukan pengecekan. Saat tiba di lokasi pada pukul 13.52, api sudah berhasil dipadamkan. ”Info awal masuk sekitar pukul 13.47. Saya cek pukul 13.52 sudah padam,” kata Iqbal.
Kru Bergerak Cepat, Kapal Sekitar Ikut Bermanuver
Kesigapan kru KMP Bontang Express II menjadi faktor penting dalam mencegah kebakaran berkembang lebih besar. Pemadaman dilakukan langsung oleh ABK menggunakan peralatan yang tersedia di kapal.
Saat insiden berlangsung, sejumlah kapal lain yang berada di sekitar lokasi juga melakukan manuver untuk menjaga jarak dari area kejadian.
Beberapa kapal yang disebut melakukan manuver di antaranya KMP Amora, KMP Labitra Safina, dan KMP Gerbang Samudera.
Meski sempat menimbulkan kepanikan di sekitar perairan, kebakaran tersebut tidak menyebabkan korban luka. KMP Bontang Express II juga diketahui dalam kondisi off sehingga tidak sedang melayani penumpang.
Diduga Korsleting Listrik
Informasi awal dari pihak kapal dan perusahaan menyebut kebakaran diduga dipicu korsleting listrik. Namun, dugaan tersebut masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan sumber dan penyebab sebenarnya.
Iqbal menegaskan, aspek keselamatan menjadi prioritas dalam penanganan insiden tersebut. KSOP Tanjungwangi masih menunggu laporan lanjutan mengenai kondisi kapal dan hasil pemeriksaan penyebab kebakaran.
“Imbauan kami tetap utamakan keselamatan dan kompetensi. Kami masih menunggu informasi lanjut,” tegasnya.
Sementara itu, Eko, salah seorang saksi mata di sekitar lokasi, menyebut kebakaran berlangsung relatif singkat. Menurut dia, kru kapal langsung melakukan pemadaman tanpa menunggu bantuan dari luar.
“Hanya sekitar 30 menit, tidak lama. Dipadamkan sendiri oleh kru di dalam kapal,” ujar Eko.
Dengan api yang berhasil dikendalikan secara cepat, insiden KMP Bontang Express II tidak berkembang menjadi kebakaran besar. Meski demikian, pemeriksaan lanjutan tetap diperlukan untuk memastikan titik awal api, penyebab kebakaran, serta kondisi kapal setelah insiden. (fre/aif/jpg)


















































