SPPG Blokir Nomor Wartawan, DPRD Bontang Minta Tak Ada Informasi Ditutup

9 hours ago 8

BONTANGPOST.ID, Bontang – Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam meminta pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak menutup diri ketika muncul persoalan dalam pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Pernyataan itu disampaikan menyikapi adanya pengelola SPPG yang memblokir nomor wartawan saat hendak dikonfirmasi mengenai perkembangan kasus penerima manfaat MBG yang mengalami mual dan muntah.

Menurut Andi Faiz, komunikasi dengan media diperlukan agar informasi yang diterima masyarakat tetap jelas dan tidak menimbulkan disinformasi maupun asumsi yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

“Seharusnya jangan ada yang namanya pemblokiran lah ya. Tujuan dari teman-teman juga kan ingin memberikan pencerahan kemudian informasi yang tepat,” ujarnya usai rapat paripurna, Selasa (8/9/2026).

Ia menilai persoalan yang menyangkut masyarakat semestinya disampaikan secara terbuka. Terlebih ketika terdapat kekurangan dalam pelaksanaan program yang perlu diketahui publik.

Menurutnya, kepala SPPG seharusnya dapat memberikan penjelasan apabila terdapat kendala maupun kesalahan di dapur penyedia makanan, termasuk langkah perbaikan yang dilakukan.

“Memang ada kekurangan sebagai kepala SPPG tentunya harus bisa memberitahukan kepada publik bahwa ada kesalahan di dapur mana terkait apa kemudian apa yang salah,” katanya.

Andi Faiz mengatakan DPRD Bontang akan menyampaikan persoalan tersebut kepada pihak SPPG agar komunikasi dengan media dapat berjalan lebih baik. Ia berharap keterbukaan informasi dapat mencegah munculnya informasi yang simpang siur di tengah masyarakat.

“Jangan sampai ada asumsi-asumsi yang nanti malah mengkhawatirkan masyarakat. Nah, jadi kita berharap sebenarnya apa pun yang namanya berkaitan dengan masyarakat tentunya jangan ada ditutup,” pungkasnya.

Sebelumnya, wartawan Bontangpost.id mengaku Ketua SPPG Regional Bontang, Surya Dwi Saputra, melakukan pemblokiran nomor WhatsApp sejak 18 Agustus 2026.

Pemblokiran terjadi setelah wartawan berupaya meminta konfirmasi mengenai perkembangan dua kejadian penerima manfaat MBG yang mengalami mual dan muntah.

Dalam dua kejadian tersebut, hasil pemeriksaan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Bontang terhadap sampel menu MBG menemukan bakteri Escherichia coli (E. coli).

Dua SPPG yang berkaitan dengan kejadian tersebut juga telah disuspensi atau dihentikan sementara, yakni SPPG Bontang Utara 2 dan SPPG Bontang Selatan 5 Berbas Tengah 3.

Temuan tersebut menjadi perhatian karena makanan dalam program MBG dikonsumsi anak-anak sekolah. Sementara itu, informasi mengenai perkembangan evaluasi dan langkah perbaikan dari kedua SPPG belum disampaikan secara terbuka. (*)

Print Friendly, PDF & Email

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |