Jargas Baru Sudah Menyala, Warga Bontang Bingung Soal Tagihan

1 day ago 17

BONTANGPOST.ID, Bontang – Sejumlah warga Kota Bontang mulai menggunakan jaringan gas (jargas) rumah tangga yang baru dipasang tahun ini. Meski proyek belum sepenuhnya rampung dan resmi beroperasi, gas pada sejumlah sambungan sudah dapat digunakan.

Kondisi tersebut membuat sebagian warga bingung mengenai mekanisme pembayaran. Sebab, kompor jargas sudah bisa menyala, sementara meteran disebut belum menunjukkan adanya pemakaian yang harus ditagihkan.

Salah satunya dialami warga Gunung Elai, Budi. Ia mengaku sempat terkejut ketika kompor jargas yang baru diterimanya langsung menyala setelah disambungkan ke jaringan.

Awalnya, Budi mengira sambungan tersebut belum dapat digunakan karena proyek jargas masih dalam tahap penyelesaian. Namun, setelah kompor dipasang dan sambungan dibuka, gas ternyata sudah mengalir.

“Begitu disambungkan, ternyata langsung menyala. Karena sudah bisa digunakan, ya dipakai saja,” kata Budi, Rabu (9/9/2026).

Persoalan kemudian muncul ketika warga mempertanyakan pembayaran atas gas yang telah digunakan. Budi mengaku sempat menanyakan hal tersebut kepada petugas saat berada di rumah tetangganya.

Menurut informasi yang diterimanya, meteran pada sambungan baru belum menunjukkan pemakaian yang harus dibayarkan. Kondisi itu membuat warga bingung karena secara fisik gas sudah dapat digunakan.

“Meterannya belum berputar. Katanya memang belum beroperasional. Tetapi karena sudah menyala, ya dipakai saja,” ujarnya.

Informasi yang dihimpun Kaltim Post (induk grup Bontang Post), penggunaan gas pada sambungan baru tersebut juga telah menjadi perhatian PT Bontang Migas dan Energi (BME). Perusahaan disebut telah menyurati Pemerintah Kota Bontang terkait penggunaan gas pada sambungan yang sudah aktif sebelum seluruh pekerjaan proyek rampung.

Surat tersebut berkaitan dengan mekanisme pembayaran volume gas yang telah digunakan masyarakat. Sebab, belum seluruh sambungan jargas dinyatakan siap beroperasi secara keseluruhan.

Direktur Utama PT BME Erwin mengatakan, masyarakat yang sambungan jargasnya sudah dapat digunakan tetap memiliki kewajiban membayar sesuai volume pemakaian.

Menurutnya, meski tagihan belum muncul dalam sistem, penggunaan gas tetap tercatat melalui meteran. Setelah sambungan diterima dan masuk ke sistem BME, pemakaian tersebut akan terakumulasi dan menjadi dasar penagihan kepada pelanggan.

“Kalau sudah nyala, ya pasti ada pembayaran yang harus dibayarkan nanti. Tagihannya belum ada, tetapi tetap ada di meteran,” tutur Erwin.

Ia menegaskan, warga tidak perlu khawatir dengan volume gas yang telah digunakan. Pembayaran akan dihitung berdasarkan angka pemakaian yang tercatat pada meteran.

“Normal, istilahnya normal sesuai dengan penggunaan di meterannya,” tegasnya.

Erwin mengakui, BME masih perlu berkoordinasi dengan kontraktor untuk memastikan jumlah sambungan yang telah terpasang, diterima, dan sudah digunakan masyarakat sebelum proyek secara keseluruhan dinyatakan selesai.

“Kami masih mau cek ini. Ada berapa masyarakat yang sudah terpasang, sudah diterima, dan baru dipakai,” katanya.

Setelah sambungan diterima dan masuk ke dalam sistem BME, pemakaian yang tercatat akan terakumulasi dan menjadi dasar pembayaran sebagaimana mekanisme pelanggan jargas pada umumnya.

Sementara itu, untuk pembayaran gas dari BME kepada Pertagas, Erwin menyebut mekanismenya juga berjalan normal. Pihak terkait nantinya memberikan invoice kepada BME berdasarkan volume gas yang diterima.

Mengenai kapan seluruh pelanggan jargas baru resmi beroperasi, Erwin mengatakan hal tersebut berkaitan dengan proses peluncuran dan serah terima proyek.

“Kalau operasionalnya, dengan sendirinya ketika sudah launching dan sudah serah terima, ya berjalan,” ujarnya.

Erwin menambahkan, proses peluncuran program jargas bukan sepenuhnya menjadi kewenangan BME. Tahapan tersebut berada pada ranah kementerian sebagai pihak yang menangani program jargas.

Dengan demikian, warga yang sudah menggunakan jargas sebelum proyek secara keseluruhan rampung tidak berarti memperoleh gas secara gratis. Pemakaian yang tercatat pada meteran tetap akan diperhitungkan dan ditagihkan setelah data masuk ke sistem BME.

Di sisi lain, warga berharap informasi mengenai mekanisme tagihan segera disampaikan secara terbuka. Terutama bagi pelanggan yang sambungan jargasnya sudah dapat digunakan, tetapi belum mengetahui kapan tagihan mulai diterbitkan.

Kejelasan tersebut dinilai penting agar pelanggan tidak kaget ketika akumulasi pemakaian yang selama ini tercatat akhirnya masuk ke sistem dan menjadi tagihan. (*)

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |