Terlibat Pengutilan di Tiga Minimarket, 14 Pelajar SD di Bontang Utara Dibina

4 hours ago 5

BONTANGPOST.ID, Bontang Sebanyak 14 siswa sekolah dasar (SD) di Kecamatan Bontang Utara diketahui terlibat aksi mengambil makanan dan sejumlah barang dari tiga gerai minimarket di Kota Bontang.

Kejadian tersebut terungkap setelah pihak sekolah menerima laporan dari guru Bimbingan Konseling (BK). Sekolah kemudian berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas untuk menindaklanjuti kejadian tersebut dan mencari penyelesaian yang tepat, Selasa (8/9/2026).

Berdasarkan penelusuran pihak sekolah dan kepolisian, seluruh siswa yang terlibat masih berusia belia. Mereka duduk di kelas II, IV, V, hingga VI SD dan diketahui tinggal di kawasan yang sama di Bontang Utara.

Sebelum mendatangi minimarket, para siswa disebut kerap berkumpul di sekitar jembatan yang berada di perbatasan dua kelurahan. Dari lokasi tersebut, mereka kemudian sepakat mendatangi sejumlah minimarket.

Aksi tersebut dilakukan di tiga lokasi berbeda sejak awal September. Ketiganya yakni gerai di depan Perpustakaan Daerah Kelurahan Satimpo, gerai di depan Hotel Akbar Kelurahan Api-Api, serta gerai di depan Stadion Bessai Berinta atau Lang-Lang di Kelurahan Bontang Kuala.

Barang yang diambil beragam, mulai dari makanan ringan, cokelat, minyak wangi hingga alat kontrasepsi.

Setelah mengambil barang, para siswa disebut membawa barang tersebut ke sebuah warung di sekitar rental gim konsol untuk digunakan dan dinikmati bersama.

Mengetahui kejadian tersebut, pihak kepolisian yang hadir di sekolah mengedepankan pendekatan pembinaan. Langkah tersebut dilakukan agar para siswa memahami kesalahan yang dilakukan sekaligus mencegah kejadian serupa kembali terjadi.

Polisi juga menyarankan pihak sekolah bersama orang tua siswa mendatangi pengelola ketiga minimarket untuk menyampaikan permohonan maaf secara langsung. Pertemuan tersebut sekaligus membahas penyelesaian terkait barang yang telah diambil.

Pihak sekolah juga telah memanggil seluruh orang tua siswa yang terlibat. Orang tua diminta meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak, khususnya di luar lingkungan sekolah.

Sementara itu, Kaltimpost berupaya mengonfirmasi kejadian tersebut kepada pihak kelurahan dan kepolisian. Pihak kelurahan belum memberikan keterangan terkait kejadian tersebut.

Kapolsek Bontang Utara AKP Lukito mengatakan belum ada laporan resmi yang masuk ke Polsek Bontang Utara terkait kejadian tersebut.

“Tidak ada laporan masuk di polsek terkait kejadian tersebut. Nanti saya hubungi Bhabinkamtibmasnya,” pungkasnya.

Menurut Lukito, penyelesaian persoalan tersebut kemungkinan dapat dilakukan secara kekeluargaan melalui pihak kelurahan maupun sekolah. (ak)

Print Friendly, PDF & Email

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |