BONTANGPOST.ID, Bontang – Keterbatasan anggaran menjadi perhatian Pemkot Bontang seiring rencana sejumlah proyek pembangunan besar tahun ini. Melencengnya perhitungan sisa lebih penggunaan anggaran (SiLPA) serta ketidakjelasan kurang salur dana transfer dari pemerintah pusat membuat beberapa program harus dibintangi.
Meski demikian, Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam memastikan pembangunan Rumah Sakit (RS) Taman Sehat tipe D tetap berlanjut dan tidak terdampak penundaan proyek.
Menurutnya, kondisi fiskal daerah saat ini belum memungkinkan untuk merealisasikan proyek rumah sakit berskala besar dengan skema multiyears. Ia mencontohkan rencana pembangunan RSUD Taman Husada yang membutuhkan anggaran sekitar Rp400 miliar.
“Secara postur keuangan, kita belum sanggup kalau harus menjalankan proyek multiyears dengan nilai sebesar itu,” ujarnya.
Karena itu, DPRD mendorong pemerintah daerah untuk fokus menyelesaikan pembangunan RS Taman Sehat yang saat ini tengah berjalan. Bahkan, pihaknya telah meminta komitmen Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni agar proyek tersebut tetap dilanjutkan hingga tuntas.
Politikus Golkar ini juga membuka peluang peningkatan status rumah sakit tersebut di masa mendatang. Ia menilai desain dan perencanaan yang disusun Dinas Kesehatan cukup komprehensif dan berpotensi ditingkatkan dari tipe D menjadi tipe C.
“Kalau melihat desainnya, fasilitasnya sudah cukup lengkap. Sangat memungkinkan untuk kita tingkatkan ke tipe C ke depan,” ucapnya.
Ia menambahkan, keberadaan RS Taman Sehat nantinya dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai penopang layanan RSUD Taman Husada. Dengan begitu, pelayanan kesehatan masyarakat tetap dapat ditingkatkan tanpa harus menunggu pembangunan rumah sakit besar terealisasi.
“Artinya RS Taman Sehat ini menjadi back-up RSUD Taman Husada,” jelasnya.
Diketahui, Dinas Kesehatan kembali mengalokasikan anggaran Rp46 miliar pada tahun ini untuk melanjutkan pembangunan RS Taman Sehat.
Kepala Dinas Kesehatan Bontang Bachtiar Mabe mengatakan anggaran tersebut digunakan untuk pembangunan dan rehabilitasi sejumlah fasilitas utama, seperti UGD, kamar operasi, ruang pelayanan, serta kelengkapan penunjang lainnya.
“Itemnya banyak. Jadi bukan hanya satu bagian saja,” katanya.
Ia menambahkan, anggaran tersebut belum mencakup pembangunan lanjutan area parkir bertingkat. Saat ini, area parkir yang ada masih dinilai cukup dimanfaatkan meski belum sepenuhnya rampung.
Selain itu, bangunan Public Service Center (PSC) dan Labkesda akan dialihfungsikan menjadi satu kesatuan gedung rumah sakit. Labkesda akan dipindahkan ke Tanjung Laut, sementara PSC akan menempati area Klinik Pegawai. (ak)

















































