Peringatan Tsunami untuk Bontang Dicabut, Ini Wilayah yang Telah Terdeteksi

14 hours ago 12

BONTANGPOST.ID, Bontang – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bontang memastikan Kota Bontang tidak lagi masuk dalam pembaruan peringatan dini tsunami yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pascagempa magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah selatan Mindanao, Filipina, Senin (8/6/2026).

Meski demikian, BPBD tetap melakukan pemantauan secara intensif guna mengantisipasi kemungkinan perkembangan situasi. Koordinasi dengan BPBD Provinsi Kalimantan Timur dan pemantauan informasi resmi dari BMKG juga terus dilakukan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Bontang, Ismail, menjelaskan bahwa pada peringatan awal BMKG, sejumlah wilayah di Kalimantan Timur sempat masuk kategori waspada tsunami. Saat itu pemerintah daerah diminta mengimbau masyarakat menjauhi kawasan pantai dan tepian sungai.

Namun, berdasarkan pembaruan informasi terbaru, estimasi waktu tiba gelombang tsunami yang sebelumnya diperkirakan berdampak ke sejumlah wilayah Indonesia telah terlewati.

“Kalau dilihat dari jamnya itu sudah lewat. Untuk saat ini peringatannya sudah tidak ada,” ujar Ismail saat dihubungi.

Meski status peringatan telah dicabut, BPBD Bontang belum menghentikan pengawasan. Menurut Ismail, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan setiap pembaruan informasi dari BMKG dapat segera ditindaklanjuti.

“Meski sudah lewat dan Bontang tidak masuk, kami tetap lakukan pemantauan,” katanya.

Dalam pembaruan BMKG, potensi gelombang tsunami hanya terdeteksi di sejumlah wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara. Tinggi muka air laut yang terpantau berkisar antara 0,09 meter hingga 0,75 meter.

Beberapa lokasi yang mencatat kenaikan muka air laut antara lain Talengan, Sulawesi Utara setinggi 0,75 meter, Paleleh 0,45 meter, Melonguane di Kepulauan Talaud 0,32 meter, Tahuna 0,30 meter, dan Bitung 0,29 meter.

Meski Kalimantan Timur tidak lagi masuk dalam wilayah terdampak, BPBD Bontang tetap memantau perkembangan melalui Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops).

“Kami tetap memantau layar BMKG di ruang Pusdalops BPBD Bontang dan berkoordinasi dengan Pusdalops BPBD Provinsi Kaltim agar informasi yang diterima tetap sinkron,” pungkasnya.

Sebelumnya, gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah selatan Mindanao, Filipina, pada pukul 06.37 WIB. Berdasarkan analisis BMKG, pusat gempa berada di laut pada koordinat 5,80 Lintang Utara dan 125,14 Bujur Timur atau sekitar 244 kilometer barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara, dengan kedalaman 47 kilometer.

BMKG menyebut gempa tersebut merupakan gempa dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng tektonik. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa dipicu oleh pergerakan patahan naik (thrust fault). (*)

Print Friendly, PDF & Email

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |