Pemkot Bontang Siapkan Strategi Baru, Pencegahan Stunting Dimulai dari Remaja Putri

13 hours ago 8

BONTANGPOST.ID, Bontang – Pemerintah Kota Bontang memperkuat strategi percepatan penurunan stunting dengan menyasar remaja putri yang berisiko mengalami anemia. Langkah tersebut dilakukan untuk mencapai target prevalensi stunting satu digit atau 9 persen pada 2026.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, mengatakan penanganan stunting tidak cukup hanya berfokus pada balita. Upaya pencegahan harus dilakukan sejak dini, terutama kepada remaja putri yang kelak akan menjadi calon ibu.

Menurutnya, anemia pada remaja putri berpotensi menimbulkan masalah kesehatan saat kehamilan, termasuk meningkatkan risiko melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah yang menjadi salah satu faktor penyebab stunting.

“Sekarang dua digit angka stunting kami ingin turunkan hingga di bawah 10 persen, yakni 9 persen,” ujarnya, Selasa (9/6/2026).

Untuk mendukung target tersebut, Pemkot Bontang akan memperkuat pendataan remaja putri melalui program pemeriksaan kesehatan gratis yang dilakukan secara berkala. Data tersebut nantinya menjadi dasar dalam pemberian intervensi, seperti tablet tambah darah dan pemantauan kesehatan rutin.

Neni menilai langkah ini penting agar calon ibu memasuki masa kehamilan dalam kondisi sehat dan terbebas dari anemia.

“Kalau ibu hamil mengalami anemia, potensi melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah akan lebih besar. Ini yang ingin kita cegah dari sekarang,” katanya.

Karena itu, ia meminta Dinas Kesehatan segera menyiapkan data remaja putri yang berisiko mengalami anemia sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.

Selain melakukan pencegahan dari hulu, Pemkot Bontang juga tengah menggelar operasi timbang serentak untuk memperbarui data stunting di daerah.

Kegiatan yang berlangsung pada 9 hingga 13 Juni 2026 tersebut menyasar 9.840 balita yang tersebar di seluruh kelurahan di Kota Bontang.

Hasil penimbangan akan menjadi dasar pemerintah dalam menyusun langkah intervensi lanjutan sekaligus memperbarui angka prevalensi stunting yang ada saat ini.

Berdasarkan data sementara, jumlah anak stunting di Kota Bontang tercatat sebanyak 984 anak. Namun angka tersebut masih berpotensi berubah karena proses penimbangan masih berlangsung.

“Sekarang anak stunting di Bontang 984 anak. Tapi itu masih sementara dan bisa berubah. Nanti dilihat setelah timbang serentak selesai,” pungkasnya. (*)

Print Friendly, PDF & Email

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |