BONTANGPOST.ID, Bontang – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Bontang terus memperkuat budaya inovasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik. Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai terobosan yang berorientasi pada layanan yang cepat, mudah diakses, inklusif, dan berkualitas, sekaligus memperkuat kompetensi sumber daya manusia (SDM) di lingkungan organisasi.
Bagi DPK Kota Bontang, inovasi bukan sekadar program, melainkan telah menjadi budaya kerja yang mendorong setiap pegawai untuk berpikir kreatif, bertindak adaptif, dan terus menghadirkan solusi atas kebutuhan masyarakat. Semangat perubahan itu juga menjadi bagian dari transformasi pelayanan di era digital serta penguatan tata kelola pemerintahan yang profesional, akuntabel, dan berdaya saing.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui lima inovasi unggulan, yakni LAYAR PINISI (Layanan Perpustakaan Milenial Masa Kini), PERSIA (Perpustakaan Ramah Disabilitas dan Lansia), HAI SISKA (High Achievement for Integrity Skill Improvement and Spiritual Knowledge Advancement), AKSELESAI (Akuisisi Arsip Berkelanjutan melalui Gerakan Kolaborasi), serta GAGAS (Good Archival Governance Awards). Kelima inovasi ini menjadi motor penggerak transformasi layanan perpustakaan dan kearsipan di Kota Bontang.
Melalui program LAYAR PINISI, DPK memperluas akses literasi dengan menghadirkan Night Library dan Layanan Akhir Pekan. Inovasi ini memberi kesempatan kepada masyarakat yang memiliki kesibukan pada hari kerja untuk tetap memanfaatkan layanan perpustakaan. Kehadiran layanan tersebut menjadi bukti bahwa pelayanan publik harus mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan dan ritme kehidupan masyarakat.
Sementara itu, komitmen menghadirkan pelayanan yang inklusif diwujudkan melalui program PERSIA. Inovasi ini menghadirkan perpustakaan yang ramah bagi penyandang disabilitas dan lanjut usia (lansia) melalui berbagai fasilitas pendukung yang memudahkan akses terhadap informasi, literasi, dan pengetahuan. Dengan demikian, setiap warga memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh layanan perpustakaan tanpa hambatan.
Di sisi pengembangan SDM, DPK menghadirkan HAI SISKA sebagai inovasi untuk meningkatkan kualitas aparatur sipil negara (ASN). Program ini berfokus pada penguatan integritas, peningkatan kompetensi, pengembangan keterampilan, serta pembinaan karakter dan spiritual. Melalui HAI SISKA, DPK berupaya membentuk ASN yang profesional, adaptif, inovatif, dan berorientasi pada pelayanan prima.
Pada bidang kearsipan, AKSELESAI menjadi inovasi yang memperkuat penyelamatan arsip melalui kolaborasi berkelanjutan dengan berbagai pemangku kepentingan. Inovasi ini menegaskan bahwa arsip bukan sekadar kumpulan dokumen, melainkan memori kolektif daerah yang memiliki nilai penting dan harus dijaga sebagai warisan bagi generasi mendatang.
Adapun GAGAS merupakan program penghargaan yang mendorong setiap perangkat daerah meningkatkan kualitas tata kelola kearsipan. Melalui inovasi ini, DPK menumbuhkan budaya kompetisi yang sehat dalam mewujudkan pengelolaan arsip yang semakin tertib, berkualitas, dan akuntabel.
Aktivitas pelayanan publik di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota BontangDPK menilai inovasi harus menjadi napas dalam setiap aktivitas organisasi. Pelayanan publik tidak boleh berjalan di tempat, tetapi harus terus berkembang agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berubah.
“Kami ingin membangun budaya kerja yang tidak pernah berhenti berinovasi. Setiap pegawai harus berani menciptakan gagasan baru, berani melakukan perubahan, dan berani memberikan yang terbaik. Inovasi bukan pilihan, tetapi menjadi kunci untuk menghadirkan pelayanan publik yang semakin cepat, mudah, inklusif, profesional, dan membanggakan masyarakat Kota Bontang,” ujar Kepala DPK Kota Bontang Retno Febriaryanti, Selasa (21/7/2026).
Menurutnya, semangat inovasi tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pelaksanaan reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik di Kota Bontang. Berbagai inovasi yang terus dikembangkan diharapkan mampu meningkatkan kepuasan masyarakat, memperkuat tata kelola organisasi, serta menciptakan lingkungan kerja yang produktif, kolaboratif, dan penuh kreativitas.
DPK juga berkomitmen terus memperluas ruang lahirnya inovasi, memperkuat kolaborasi lintas sektor, serta mendorong seluruh pegawai menjadi agen perubahan. Dengan semangat “Berinovasi Tiada Henti, Melayani Sepenuh Hati”, DPK optimistis mampu menghadirkan layanan perpustakaan dan kearsipan yang semakin modern, inklusif, responsif, dan berkelas, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi terwujudnya Kota Bontang yang maju, cerdas, dan berdaya saing. (*)















































