Hanya Dua Pendonor Aktif, PMI Bontang Kesulitan Penuhi Kebutuhan Darah O Negatif

9 hours ago 9

BONTANGPOST.ID, Bontang – Ketersediaan stok darah di Kota Bontang secara umum masih dalam kondisi aman. Namun, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bontang mengungkapkan bahwa golongan darah O rhesus negatif (O negatif) masih tergolong langka dengan jumlah pendonor aktif yang sangat terbatas.

Dokter Unit Donor Darah (UDD) PMI Bontang, dr. Azizah Shiena, mengatakan sepanjang satu tahun terakhir PMI berhasil menghimpun sekitar 3.000 kantong darah dari berbagai kegiatan donor yang dilaksanakan di Kota Bontang.

Rata-rata, PMI mengumpulkan sekitar 300 kantong darah setiap bulan yang berasal dari donor rutin masyarakat maupun kegiatan donor darah massal yang diselenggarakan perusahaan dan instansi.

“Darah yang kami terima berasal dari pendonor yang telah lolos pemeriksaan kesehatan dan skrining darah,” ujarnya saat ditemui di kantor PMI Bontang, Rabu (10/6/2026).

Menurut Azizah, kebutuhan darah untuk sebagian besar golongan darah masih dapat terpenuhi. Namun kondisi berbeda terjadi pada golongan darah O negatif yang jumlah pemiliknya relatif sedikit.

“Untuk golongan darah O negatif, saat ini baru ada dua pendonor aktif yang terdata di Bontang,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Teknis dan Pelayanan PMI Bontang, Luqman Hamid Zain, menjelaskan bahwa masyarakat kerap melihat informasi pencarian donor darah di media sosial meski stok darah PMI masih tersedia.

Menurutnya, terdapat beberapa faktor yang menyebabkan kondisi tersebut. Salah satunya karena pasien tertentu membutuhkan darah segar atau fresh blood yang baru didonorkan dan belum melalui penyimpanan dalam waktu lama.

Selain itu, pendonor yang terdaftar dalam database PMI terkadang belum dapat kembali mendonorkan darahnya karena masih berada dalam masa jeda donor. Sesuai ketentuan, seseorang baru dapat mendonorkan darah kembali setelah dua bulan sejak donor terakhir.

“Sering kali saat ada kebutuhan mendesak, pendonor yang sesuai golongan darahnya ternyata baru saja donor sehingga belum memenuhi syarat untuk donor kembali,” jelasnya.

Kendala lain juga berasal dari faktor biologis, seperti pendonor perempuan yang sedang mengalami menstruasi sehingga untuk sementara waktu tidak dapat mendonorkan darah.

PMI juga menerapkan sistem donor pengganti guna menjaga ketersediaan stok darah secara berkelanjutan. Dalam sistem ini, keluarga pasien yang menggunakan darah dari PMI atau rumah sakit diimbau membantu mencari pendonor baru sebagai pengganti stok yang telah digunakan.

“Ini penting agar persediaan darah tetap tersedia ketika ada pasien lain yang membutuhkan penanganan darurat,” ujarnya.

PMI Bontang mengajak masyarakat untuk aktif menjadi pendonor darah. Layanan donor darah tersedia setiap hari di kantor PMI Bontang dengan prosedur pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu untuk memastikan keamanan darah bagi penerima maupun pendonor.

“Calon pendonor harus dalam kondisi sehat, tidak begadang, memiliki berat badan minimal 50 kilogram, serta lolos pemeriksaan penyakit yang dapat menular melalui transfusi darah,” tutup Azizah. (*)

Print Friendly, PDF & Email

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |