Disdikbud Bontang Pastikan Tak Ada Perpanjangan SPMB Lagi, Beri Kesempatan Sekolah Swasta Cari Siswa

11 hours ago 9

BONTANGPOST.ID, Bontang – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang memastikan tidak akan membuka perpanjangan kedua Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang sekolah dasar meski sejumlah sekolah negeri masih memiliki kuota siswa yang belum terpenuhi.

Sekretaris Disdikbud Bontang, Saparuddin, mengatakan masa perpanjangan pendaftaran yang berakhir pada 4 Juni lalu menjadi kesempatan terakhir bagi calon peserta didik untuk mendaftar di sekolah negeri.

“Masih ada yang kosong. Tidak sepenuhnya kuota yang tersaji terisi,” ujarnya.

Meski demikian, Disdikbud memutuskan tidak memperpanjang kembali masa pendaftaran. Kebijakan tersebut diambil untuk memberikan ruang bagi sekolah swasta mendapatkan peserta didik baru.

“Per 4 Juni sudah tidak ada yang membuka lagi. Biar teman-teman di swasta juga mendapatkan murid,” katanya.

Saparuddin mengaku belum dapat menyampaikan jumlah pasti kursi yang masih kosong. Namun, data tersebut dapat diakses masyarakat melalui laman resmi SPMB yang digunakan Disdikbud Bontang.

Menurutnya, seluruh data pendaftar telah diinput operator ke dalam sistem dan tercatat pada jalur domisili atau wilayah.

“Semua yang didaftarkan saat pendaftaran juga telah diinput oleh operator ke situs SPMB. Mereka masuk di jalur wilayah,” tuturnya.

Berdasarkan data Dapodik, saat ini terdapat 55 sekolah dasar di Kota Bontang, terdiri dari 30 SD negeri dan 25 SD swasta. Hingga kini, sejumlah sekolah swasta masih membuka pendaftaran peserta didik baru.

Sebelumnya, sebanyak 428 kursi di sejumlah SD negeri masih tersisa setelah pelaksanaan SPMB berakhir pada 30 Mei lalu. Dari 23 sekolah yang membuka pendaftaran secara daring, hanya SDN 009 Bontang Utara yang berhasil memenuhi seluruh kuota penerimaan siswa baru.

Disdikbud menegaskan bahwa perpanjangan waktu yang sempat diberikan sebelumnya tidak menambah daya tampung sekolah. Kebijakan tersebut hanya bertujuan mengisi sisa kuota yang belum terpenuhi.

Saparuddin menilai banyaknya kursi kosong tahun ini terjadi hampir merata di seluruh wilayah Bontang. Berdasarkan evaluasi sementara, kondisi itu diduga berkaitan dengan berkurangnya jumlah anak usia sekolah yang tinggal di Kota Bontang.

“Kalau dilihat ini merata, bukan hanya satu wilayah saja. Kemungkinan memang banyak anak usia sekolah yang sekarang tidak berada di Bontang,” terangnya.

Selama masa perpanjangan, calon siswa diberi keleluasaan memilih sekolah tanpa terikat ketentuan wilayah seperti pada tahap awal pendaftaran. Meski demikian, faktor jarak tetap menjadi pertimbangan agar siswa tidak mengalami kesulitan dalam mengakses sekolah. (ak)

Print Friendly, PDF & Email

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |