BONTANGPOST.ID, Bontang – Di tengah penghentian sementara dua dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kota Bontang segera mendapat tambahan layanan baru. Satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG di Jalan Selat Karimata, Tanjung Laut, dijadwalkan mulai beroperasi pekan ini.
Kepala Regional SPPG Bontang, Surya Dwi Saputra, mengatakan dapur baru tersebut berlokasi di kawasan Tanjung Laut, tepatnya di samping Kantor Urusan Agama (KUA). Sebelum beroperasi, fasilitas itu telah melalui tahap persiapan dan syukuran.
“Kemarin baru dilakukan syukuran dan persiapan akhir,” kata Surya.
SPPG baru tersebut diproyeksikan melayani sekitar 1.100 penerima manfaat. Sasaran utama distribusi MBG adalah sekolah-sekolah di sekitar lokasi, termasuk SD IT Asy Syamil. Selain itu, layanan juga menyasar balita, ibu hamil, dan ibu menyusui di wilayah sekitar dapur.
“Termasuk juga balita, ibu hamil, dan ibu menyusui di sekitar dapur,” ujarnya.
Selain di Tanjung Laut, Bontang juga akan mendapatkan tambahan satu SPPG di kawasan Lengkol. Namun, dapur tersebut masih dalam tahap persiapan dan diperkirakan baru beroperasi dalam satu hingga dua pekan ke depan.
Saat ini, SPPG Bontang masih melakukan pemetaan sekolah yang akan menjadi sasaran layanan dapur baru tersebut. Salah satu sekolah yang masuk pertimbangan adalah YPK, yang dinilai memiliki jumlah siswa cukup besar namun belum terlayani secara optimal.
“Kami masih memetakan sekolah yang akan dilayani. Kemungkinan ada sekolah-sekolah yang selama ini belum masuk cakupan layanan MBG,” tuturnya.
Penambahan dapur baru ini menjadi bagian dari upaya memperluas cakupan program MBG di Kota Bontang. Saat ini, masih terdapat sejumlah penerima manfaat yang belum sepenuhnya terjangkau layanan makan bergizi gratis.
Dengan beroperasinya dapur di Tanjung Laut dan menyusul di Lengkol, pemerintah berharap distribusi MBG semakin merata dan menjangkau lebih banyak kelompok penerima manfaat.
“Harapannya tentu semakin banyak penerima manfaat yang bisa terlayani dan distribusi program berjalan lebih optimal,” pungkasnya. (ak)


















































