BONTANGPOST.ID, Bontang – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang fokus terhadap penanganan banjir di Bontang.
Selain alokasi bantuan keuangan (bankeu) yang sebagian besar menangani masalah tersebut, organisasi perangkat daerah (OPD) itu juga akan melakukan pengadaan kendaraan penyedot lumpur.
Kepala Dinas PUPRK Bontang Much Cholis Edi Prabowo mengatakan anggaran yang dialokasikan untuk pengadaan itu mencapai Rp 4,9 miliar.
Bersumber dari APBD tahun ini. “Nantinya kalau ada sumbatan di saluran drainase bisa diatasi dengan pengerahan kendaraan ini,” kata pejabat yang akrab disapa Bowo.
Berdasarkan data di Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP), kendaraan berjumlah satu unit.
Pengadaan menggunakan skema e-katalog. Mengingat proses pengadaan lebih cepat daripada skema tender.
“Saat ini belum dilaksanakan tetapi memang anggarannya ada,” ucapnya.
Tujuan dari pengadaan itu petugas tidak perlu membongkar konstruksi trotoar yang sebagian sudah cantik.
Sarana tersebut akan ditempatkan ke saluran drainase untuk mengatasi aliran air yang tidak lancar. “Itu lebih efektif dan cepat penanganannya,” tutur dia.
Spesifikasi kendaraan nantinya ialah kapasitas penumpang dua orang, vacuum jetting, dan kapasitas mesin/silinder minimal 3500 cc (karoseri).
Kendaraan itu akan ditempatkan di titik drainase yang memerlukan penanganan.
Sebelumnya, Pemkot Bontang membeli excavator amphibi pada 2023 silam. Jumlahnya satu unit.
Pembelian sarana itu juga dalam rangka melakukan normalisasi sungai secara masif.
Sedimentasi yang berada di badan sungai berhasil dikeluarkan. Sehingga meminimalisasi terjadinya banjir. Baik dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Bontang maupun DAS Guntung. (ak/rd)