Empat Kecamatan di Berau Dilanda Banjir, Dua Lansia Meninggal Gara-gara Terseret Arus Deras

3 days ago 13

BONTANGPOST.ID, Berau – Banjir menerjang permukiman warga pada Kamis 27 Maret 2025 di Kabupaten Berau, Kaltim. Dilaporkan ada dua lanjut usia (lansia) meninggal akibat musibah banjir besar itu. Ada sembilan kampung di empat kecamatan terendam banjir.

Ketinggian air diperkirakan mencapai 1-3 meter. Ratusan rumah warga terendam dan ribuan jiwa terdampak.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Berau, Nofian Hidayat, mengatakan dua lansia dilaporkan meninggal dunia akibat musibah banjir ini. BPBD Berau masih bersiaga di sejumlah titik banjir.

Empat kecamatan yang terendam banjir adalah Kecamatan Kelay (Kampung Merasa), Kecamatan Sambaliung (Kampung Bena Baru, Pegat Bukur, Inaran, Long Lanuk, dan Tumbit Dayak), Kecamatan Teluk Bayur (Kampung Tumbit Melayu, Labanan Makarti), dan Kecamatan Segah (Kampung Siduung Indah).

Untuk memantau kondisi banjir, telah dibentuk sejumlah posko penjagaan. Di antaranya di Labanan Makarti, Tumbit Dayak dan Tumbit Melayu menjadi satu posko.

Selain itu ada juga rencana pendirian posko di Kampung Inaran atau di Kampung Bena Baru. Dan untuk wilayah Segah masih tahap persiapan.

“Kami masih memantau perkembangan banjir. Pengamatan sore ini, ketinggian banjir sudah perlahan mulai surut,” kata Nofian.

Dijelaskan Nofian, setidaknya ada 8 kampung di 3 Kecamatan yang masih terdampak banjir hingga Kamis sore. Di antaranya Kampung Merasa di Kecamayan Kelay, kemudian Kampung Bena Baru, Pegat Bukur, Inaran, Long Lanuk, dan Tumbit Dayak. Dua kampung sisanya di Kecamatan Teluk Bayur, yakni Tumbit Melayu dan Labanan Makarti.

Dua Korban 

Selain itu, banjir yang terjadi empat hari menjelang Lebaran ini juga merenggut korban jiwa. Kedua korban tewas berasal dari Kampung Tumbit Dayak, Kecamatan Sambaliung. Mereka ditemukan mengambang di tengah genangan banjir yang berarus deras.

Kedua korban tersebut adalah lansia yang masih bersaudara. Korban pertama, Sia (70), ditemukan meninggal mengambang di area perkebunannya. Korban kedua, Juranga (80), juga ditemukan tidak bernyawa di lokasi perkebunan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Berau Masyahadi Muhdi menjelaskan, kedua korban berasal dari Kampung Tumbit Dayak, Kecamatan Sambaliung. Korban pertama, yang berusia 70 tahun, nekat pergi ke kebun miliknya untuk menyelamatkan ayam peliharaan saat banjir mulai menerjang pemukiman. Sayangnya, arus banjir yang sangat deras membuat korban terjatuh dan tenggelam.

“Dua-duanya dari Kampung Tumbit Dayak, untuk korban pertama perempuan usia 70 tahun, informasinya dia mau ke kebun lihat ayamnya, cuma karena banjir tahun ini berbeda dengan banjir di tahun sebelumnya. Tahun ini arusnya deras, jadi mungkin dia terpeleset atau apa, sehingga tidak ada temannya,” kata Masyahadi kepada wartawan di lokasi banjir, Kamis (27/3/2025).

Nasib nahas yang sama juga dialami oleh korban kedua, yang merupakan saudara kandung korban pertama. Pada saat itu, korban kedua, berusia 80 tahun, terjebak di area perkebunan seorang diri dan diduga tidak kuat melawan derasnya arus banjir. (*)

Print Friendly, PDF & Email

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |