BONTANGPOST.ID, Samarinda – Kesucian Idulfitri yang seharusnya menjadi momen kemenangan dan kedamaian justru dinodai oleh aksi kriminal. Eko (43), seorang pria yang tak bertanggung jawab, memilih untuk tidak menunaikan salat Id seperti warga lainnya. Alih-alih bersujud dan bersyukur, ia justru memanfaatkan momen sakral tersebut untuk menjalankan niat jahatnya, membobol sebuah toko kelontong di Jalan Ir. Soekarno, Sungai Kunjang, pada Senin (31/3) pagi.
Dengan penuh keyakinan, Eko merusak gembok toko, berharap bisa menggasak barang dagangan tanpa hambatan. Namun, takdir berkata lain. Bukannya melenggang bebas dengan hasil curian, ia justru terjebak di dalam toko yang baru saja ia bobol.
Keringat dingin mulai membasahi tubuhnya saat ia menyadari bahwa pintu yang ia buka dengan paksa kini justru mengurungnya tanpa jalan keluar.
Nasib buruknya semakin bertambah ketika petugas dari unit Patwal dan Patroli Beat 110, yang sedang melakukan pengamanan di sebuah langgar, mulai mencurigai situasi tak biasa. Kecurigaan tersebut terbukti benar setelah aparat menemukan Eko dalam keadaan terperangkap di dalam toko.
Saat dilakukan penggeledahan, polisi juga menemukan sebilah senjata tajam (sajam) yang diduga akan digunakan untuk melancarkan aksinya.
Tanpa perlawanan, Eko langsung digelandang ke Polsekta Sungai Kunjang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai motif dan kemungkinan keterlibatan Eko dalam aksi kejahatan lainnya di wilayah tersebut.
Kasat Lantas Polresta Samarinda, Kompol La Ode, menegaskan pentingnya kewaspadaan masyarakat, terutama saat meninggalkan rumah dalam keadaan kosong untuk beribadah.
“Kami mengingatkan warga untuk lebih meningkatkan kewaspadaan, terutama di momen-momen seperti ini. Jangan lupa memastikan pintu rumah atau toko terkunci dengan baik dan memasang pengamanan tambahan jika perlu,” ujar Kompol La Ode.
Alih-alih merayakan kemenangan di hari suci, Eko kini harus menghadapi konsekuensi dari perbuatannya. Jeruji besi menjadi saksi bahwa kejahatan, sekecil apa pun, pasti akan menuai ganjarannya. Hari Raya yang seharusnya dipenuhi kebahagiaan kini berubah menjadi awal dari hari-hari kelam dalam hidupnya.
“Untuk Eko sudah kami serahkan ke Polresta Samarinda. Semoga ini jadi pelajaran dan warga lebih meningkatkan kewaspadaan,” tukas Kasat Lantas. (kis/nha/sapos)