Tanggul Darurat Jebol Lagi, DPRD Bontang Desak Penanganan Serius di Kanaan

12 hours ago 11

BONTANGPOST.ID, Bontang – Jebolnya tanggul sementara di lokasi longsor bekas galian C di Kampung Timur RT 01, Kelurahan Kanaan, menjadi sorotan DPRD Bontang. Penanganan pascalongsor yang terjadi Januari lalu dinilai belum menyentuh akar persoalan.

Anggota Komisi C DPRD Bontang, Joni Alla Padang, menyesalkan belum adanya langkah mitigasi jangka panjang di kawasan tersebut. Padahal, lokasi itu masih berpotensi membahayakan warga saat hujan deras mengguyur.

Menurutnya, penanganan yang dilakukan sejauh ini hanya berupa pemasangan tanggul sementara dan pengalihan aliran air guna mengurangi dampak longsor.

“Dampak itu memang bisa diminimalisasi sementara dengan pemasangan tanggul dan pengalihan aliran. Tapi itu hanya solusi sementara,” ujarnya saat diwawancarai, Jumat (29/5/2026).

Buktinya, tanggul yang dibangun usai longsor Januari lalu kembali jebol saat hujan deras melanda kawasan tersebut beberapa hari lalu. Air dan lumpur dari area bekas galian C kembali mengalir ke permukiman warga.

Kondisi itu, kata dia, seharusnya menjadi perhatian serius pemerintah. Terlebih, keselamatan warga harus menjadi prioritas utama.

“Yang harus kita perhatikan adalah keselamatan warga. Kita beruntung kejadian kemarin terjadi sore hari. Bayangkan kalau terjadi malam hari,” katanya.

Ia mengungkapkan, terdapat sejumlah rumah yang dihuni warga lanjut usia. Jika longsor susulan kembali terjadi, potensi risiko terhadap warga tetap ada.

Karena itu, pemerintah diminta tidak hanya fokus pada penanganan darurat, tetapi juga menyiapkan langkah permanen agar persoalan serupa tidak terus berulang.

“Walaupun skalanya kecil dan jumlah warga terdampak tidak terlalu banyak, kalau sudah ada potensi korban berarti ada persoalan yang harus diselesaikan,” tegasnya.

Selain mitigasi lereng, ia juga menyoroti belum tersedianya drainase yang memadai di kawasan tersebut. Akibatnya, aliran air saat hujan sulit dikendalikan dan membebani tanggul darurat yang ada.

“Drainase di sana belum ada. Ketika hujan terus-menerus, air tertahan dan menggenang. Karena tanggulnya hanya sementara, saat beban air meningkat akhirnya jebol,” pungkasnya. (*)

Print Friendly, PDF & Email

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |