Sekuel 28 Years Later Siap Uji Batas Kemanusiaan di The Bone Temple

2 weeks ago 38

Bisnis.com, JAKARTA – Film horor 28 Years Later kembali berlanjut lewat sekuel terbaru berjudul 28 Years Later: The Bone Temple. Dijadwalkan tayang pada 16 Januari 2026, film ini menghadirkan babak baru dari semesta pascawabah dengan pendekatan yang lebih gelap dan sarat nuansa psikologis.

Disutradarai Nia DaCosta, The Bone Temple, akan menggeser fokus cerita ke generasi baru penyintas. Kisahnya mengikuti Spike, bocah 12 tahun yang hidup bersama ayahnya, Jamie, di wilayah aman Holy Island.

Syahdan, untuk pertama kalinya, Spike dan Jamie meninggalkan zona perlindungan mereka demi berburu ke daratan. Perjalanan ini membuka mata Spike pada realitas dunia luar yang jauh lebih brutal dari yang pernah ia bayangkan.

Di tengah perjalanan, Spike mendengar tentang Alpha, varian virus yang telah berevolusi menjadi lebih mematikan, serta sosok misterius Dr. Kelson, penyintas yang diyakini memiliki kemampuan menyembuhkan ibunya, Isla, yang sakit parah.

Sutradara Nia DaCosta menyebut proses pembuatan film ini sebagai “salah satu pengalaman membuat film terbaik” dalam kariernya. Ia mengaku merasa terhormat bisa masuk ke dunia 28 Years Later bersama Alex Garland dan Danny Boyle.

Selama produksi, DaCosta juga mendapat keleluasaan kreatif yang signifikan dari Boyle dan Garland. Menurutnya, kebebasan itu penting untuk menghadirkan nuansa baru tanpa menghilangkan ruh cerita aslinya.

“Kesulitannya hanya bersifat praktis, misalnya saya syuting tiga minggu setelah Danny menyelesaikan syuting, sehingga ada beberapa tumpang tindih karakter dan lokasi,” kata DaCosta, dikutip dari GamesRadar.

Dalam trailer yang dirilis Sony Pictures, tergambar konflik Spike dengan kultus Sir Jimmy Crystal, serta hubungan rumitnya dengan Dr. Kelson. Cuplikan ini menegaskan bahwa ancaman terbesar kini bukan hanya infeksi, tetapi juga kekacauan dan kebrutalan manusia.

Sejumlah reaksi awal dalam gala screening menunjukkan sambutan positif. Banyak kritikus dan penonton awal menyebut The Bone Temple sebagai sekuel yang “layak” dan mampu memperluas dunia waralaba, sekaligus menjembatani kisah menuju triloginya.

Para pengamat memprediksi 28 Years Later: The Bone Temple berpotensi menjadi salah satu fenomena horor utama pada awal 2026. Daya tariknya bukan hanya pada kekuatan franchise, tetapi juga pada pendekatan naratif yang menempatkan konflik kemanusiaan sebagai pusat cerita.

Bagi penggemar horor dan semesta 28 Days Later, film ini menjadi salah satu tontonan yang patut dinanti awal tahun ini. Sebuah babak baru yang menjanjikan kengerian, ketegangan psikologis, dan dilema moral di tengah dunia yang semakin berantakan.

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |