Transaksi Ramadan Naik, BNI Ingatkan Waspada Modus Kejahatan Siber jelang Lebaran

9 hours ago 5

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) atau BNI mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus serangan siber, khususnya phishing, di tengah lonjakan transaksi selama Ramadan dan menjelang Lebaran. Momentum pencairan tunjangan hari raya (THR) dinilai kerap dimanfaatkan pelaku kejahatan digital untuk membobol tabungan masyarakat.

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan, peningkatan aktivitas transaksi keuangan pada periode Ramadan turut diiringi kenaikan risiko serangan siber.

“Nasabah perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan digital yang semakin canggih, terutama menjelang Lebaran ketika transaksi keuangan meningkat signifikan,” ujar Okki dalam keterangan tertulis, Selasa (24/2/2026). 

Menurut dia, phishing masih menjadi salah satu bentuk kejahatan siber yang paling sering terjadi. Dalam modus ini, pelaku menyamar sebagai institusi resmi atau pihak tepercaya guna mencuri data pribadi korban, seperti username, kata sandi, kode one time password (OTP), hingga informasi kartu kredit.

Serangan phishing umumnya dilakukan melalui email, pesan singkat (SMS), panggilan telepon, maupun media sosial. Pelaku biasanya mengirimkan pesan yang tampak meyakinkan dan mendesak agar korban mengklik tautan palsu, membuka lampiran berbahaya, atau memberikan informasi sensitif tanpa disadari.

Okki menjelaskan, phishing dapat menjadi pintu masuk kejahatan yang lebih serius, mulai dari pencurian identitas hingga pengambilalihan akun dan transaksi ilegal yang merugikan nasabah. 

Bahkan, tren terbaru menunjukkan serangan semakin tertarget dan sulit dikenali karena memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Beberapa ciri yang patut diwaspadai antara lain alamat email pengirim yang mencurigakan, penggunaan sapaan umum seperti “Pelanggan yang Terhormat”, bahasa bernada mendesak, serta tautan yang menyerupai situs resmi tetapi memiliki alamat berbeda.

BNI mengimbau nasabah untuk selalu memeriksa alamat pengirim dan memastikan pesan berasal dari sumber resmi. Masyarakat juga diminta menghindari membuka lampiran dari pengirim tidak dikenal, mengaktifkan autentikasi dua faktor (2FA), serta menggunakan kata sandi yang kuat dan unik.

“Tak lupa dan paling penting, jangan sembarangan klik link atau tautan yang dibagikan via email, chat, SMS, dan sebagainya,” tegas Okki.

Dia menambahkan, nasabah tidak boleh membagikan data pribadi, PIN, password, maupun kode OTP kepada siapa pun, termasuk pihak yang mengaku dari bank. Jika menemukan aktivitas mencurigakan atau dugaan phishing, masyarakat dapat melaporkannya melalui email resmi BNI di [email protected].

Selain itu, BNI menegaskan seluruh informasi resmi hanya disampaikan melalui kanal resmi perusahaan, yakni BNI Call 1500046, akun Instagram @bni46, akun X @BNI dan @BNICustomerCare, serta Facebook BNI. 

Pengaduan terkait dugaan penipuan yang melibatkan rekening BNI juga dapat dilakukan melalui Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) milik melalui laman iasc.ojk.go.id. BNI menekankan bahwa keamanan digital merupakan tanggung jawab bersama antara bank dan nasabah. 

Source link

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |