BATAMUPDATE.COM, BATAM – Pelatihan literasi digital Central Creator Camp kembali digelar. Kali ini SMAN 20 Batam menjadi tuan rumah untuk Batch 4. Sebanyak 160 siswa mengikuti kegiatan sejak pagi hingga sore. Program ini terlaksana melalui kerja sama Central Group, Batam Creator Academy, dan Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau.
Kepala SMAN 20 Batam, Adi Saputra, MPd., menyampaikan bahwa pelatihan ini memberi bekal penting bagi siswa yang tumbuh di tengah arus digital. Ia menilai kemampuan menulis, berbicara di depan kamera, videografi, desain grafis, pembuatan konten, dan pemahaman etika media sosial sudah menjadi kebutuhan pokok bagi generasi saat ini.

Sejak sesi awal, para siswa tetap antusias mengikuti materi meskipun sekolah sedang libur. Pertanyaan mengalir, termasuk dari Audrey, siswi SMAN 20 Batam, yang ingin mengetahui cara membangun rasa percaya diri ketika membuat konten.
Sesi pertama dibawakan Rifyal Lamani. Ia menceritakan perjalanan kariernya sebagai content creator sambil tetap bekerja sebagai perawat di RS Awal Bros, dan menjelaskan bahwa peluang di industri konten terbuka untuk siapa pun yang mau memulai.

Materi menulis untuk pemula diisi Socrates, pendiri Batam Creator Academy. Ia memberikan panduan mencari ide, menyusun informasi, membuat alur tulisan, serta menyusun lead dan judul yang menarik perhatian pembaca.
Setelah itu, Ummil Khalis menyampaikan materi public speaking dan komunikasi depan kamera. Mantan jurnalis dan penyiar ini membagikan teknik mengatasi gugup, mengatur intonasi, berlatih artikulasi, serta mempraktikkan gaya komunikasi yang efektif. Saat ini ia bertugas sebagai Pranata Humas Ahli Muda di Dinas Kominfo Provinsi Kepulauan Riau.
Materi videografi kemudian disampaikan Madi Dwinando. Ia merupakan instruktur bersertifikat Badan Nasional Sertifikasi Profesi yang telah menekuni dunia audiovisual sejak 2006. Pengalamannya panjang, mulai dari dokumenter, konten media sosial, wedding photography, hingga produksi berbagai event. Madi mengajarkan cara merekam video, teknik audio, pencahayaan, sampai proses editing yang mudah dipahami pelajar.

Sesi desain grafis dipandu Diki Sumarno. Ia menjelaskan elemen dasar desain, prinsip komposisi, rumus pemilihan warna, dan pengenalan software yang umum digunakan pemula.
Pada materi terakhir, Eri Syahrial membahas etika media sosial, risiko pelanggaran UU ITE, hingga pentingnya melindungi data pribadi. Ia menegaskan bahwa perilaku bullying banyak terjadi di platform digital sehingga siswa harus lebih waspada.
Manajer Human Capital Central Group yang juga Ketua Bidang Pendidikan Yayasan Central Berbagi, Gatot Prastowo, turut memaparkan program sosial dan pendidikan yang sedang mereka jalankan. Tahun ini Central Group memasuki usia 36 tahun dan terus memperluas kontribusi kepada masyarakat.

Program Central Creator Camp telah berjalan sejak Batch 1 yang dibuka oleh Kepala Cabang Batam Dinas Pendidikan Kepri Kasdianto, SPD. Batch 2 dibuka Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, bersama Asman Abnur. Batch 3 dibuka CEO Nongsa Digital Park, Mike Wiiuan, dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan, SPd, MM. Untuk Batch 5, kegiatan dijadwalkan berlangsung di SMAN 1 Batam pada Desember 2025.
Pelatihan ini dirancang sebagai ruang belajar kreatif bagi siswa SMA dan SMK. Central Creator Camp memberi kesempatan bagi generasi muda untuk memahami dunia digital dari para praktisi yang berpengalaman, sekaligus menyiapkan mereka menghadapi kebutuhan industri kreatif yang terus berkembang. (*)

1 week ago
25














































