Imbas Program Makan Bergizi Gratis, Kaltim Kekurangan Jutaan Butir Telur Lokal

14 hours ago 11

BONTANGPOST.ID – Program makan bergizi gratis (MBG) di Kalimantan Timur diperkirakan menyerap jutaan butir telur dan ratusan ton daging ayam setiap pekan.

Lonjakan kebutuhan tersebut membuat pasokan telur lokal di Kaltim mengalami defisit hingga 60 persen.

Plt Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kaltim, Fadli Sufiani mengatakan kemampuan produksi telur lokal saat ini baru mampu memenuhi sekitar 40 persen kebutuhan masyarakat.

“Memang kebutuhan ayam petelur kita saat ini masih kekurangan 60 persen. Jadi kemampuan lokal itu hanya 40 persen,” ujarnya, Kamis (28/5/2026).

Menurut Fadli, tingginya kebutuhan telur dipicu mulai berjalannya ratusan dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) program MBG di Kaltim.

Ia menjelaskan, setiap dapur diperkirakan mampu menyediakan sekitar 3.000 porsi makanan per hari. Sementara jumlah SPPG di Kaltim saat ini mencapai 372 unit.

Dengan pola konsumsi telur dua kali dalam sepekan sesuai ketentuan Badan Gizi Nasional (BGN), kebutuhan telur diperkirakan mencapai 1,1 juta butir dalam sekali distribusi.

“Kalau seminggu dua kali, bisa tembus 2,2 juta telur,” katanya.

Tak hanya telur, kebutuhan daging ayam juga diprediksi meningkat tajam. Dalam satu kali distribusi MBG, kebutuhan daging ayam disebut mencapai sekitar 169 ton.

“Kalau dua kali seminggu, tentu jumlahnya dua kali lipat,” tuturnya.

Untuk mengatasi defisit tersebut, Pemprov Kaltim menyiapkan pengembangan hilirisasi industri peternakan terintegrasi yang diinisiasi Danantara dengan nilai investasi sekitar Rp1 triliun.

Rencananya akan dibangun 14 fasilitas peternakan dan pengolahan di Kaltim, mulai dari fasilitas penetasan telur, pembesaran ayam, rumah potong unggas, pabrik pakan, hingga pengolahan telur dan daging ayam.

Fadli menyebut proyek tersebut akan difokuskan untuk memperkuat ketersediaan telur dan pakan ternak di Kaltim.

“Karena untuk daging ayam kita sebenarnya sudah surplus. Yang masih menjadi masalah itu pakan dan telur,” pungkasnya. (KP)

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |