BONTANGPOST.ID, Bontang – Dinas Kesehatan (Diskes) Bontang memastikan tidak ada tambahan kasus kematian akibat demam berdarah dengue (DBD) di Kota Bontang.
Sebelumnya sempat beredar kabar seorang perempuan berusia 22 tahun di Kelurahan Berebas Tengah meninggal dunia akibat DBD.
Namun, Penanggung Jawab DBD Diskes Bontang Siti Rahimah menegaskan korban meninggal karena penyakit lain, bukan dengue.
“Jadi korban meninggal akibat radang selaput otak atau encephalitis,” ujarnya.
Diskes Bontang juga telah melakukan konfirmasi langsung kepada rumah sakit tempat korban menjalani perawatan medis sebelumnya.
“Jadi bukan meninggal dunia akibat DBD. Kami sudah konfirmasi ke rumah sakit,” katanya.
Menurut data Diskes, kasus kematian akibat DBD yang tercatat sepanjang tahun ini baru satu kasus, yakni pada Maret lalu yang menimpa seorang anak di Kelurahan Gunung Elai.
Meski demikian, jumlah kasus positif DBD di Bontang mengalami peningkatan dalam dua bulan terakhir.
Pada April 2026 tercatat sebanyak 15 kasus positif DBD. Sementara sejak 1 hingga 28 Mei 2026 jumlah kasus meningkat menjadi 18 kasus.
Kelurahan Tanjung Laut Indah menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni mencapai 10 kasus positif DBD.
Disusul Kelurahan Tanjung Laut dan Belimbing masing-masing dua kasus. Sementara kasus lainnya tersebar di Kelurahan Api-Api, Berbas Pantai, Berebas Tengah, dan Kanaan dengan masing-masing satu kasus.
Diskes mengingatkan masyarakat agar tetap waspada meski angka kasus tidak terlalu tinggi. Terlebih beberapa hari terakhir wilayah Bontang masih sering diguyur hujan yang berpotensi memicu perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.
Warga diminta rutin melakukan gerakan 3M, seperti menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, serta memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.
Selain itu, masyarakat juga dianjurkan menaburkan bubuk abate pada bak mandi maupun tempat penampungan air lainnya.
Diskes menilai fogging atau pengasapan bukan solusi utama dalam menekan kasus DBD karena hanya membunuh nyamuk dewasa, sementara jentik nyamuk masih dapat berkembang biak apabila lingkungan tidak dibersihkan secara rutin. (ak)

















































