Anggaran Dipangkas, Layanan Literasi Pesisir Bontang Tetap Jalan Meski Terbatas

6 hours ago 8

BONTANGPOST.ID, Bontang Keterbatasan anggaran tidak menyurutkan upaya Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Bontang dalam menjaga layanan literasi di wilayah pesisir.

Meski sejumlah program harus dikurangi, layanan utama tetap dipertahankan demi memastikan akses membaca bagi masyarakat pesisir tetap berjalan.

Kepala Bidang Perpustakaan DPK Bontang, Indra Nopika Wijaya, mengungkapkan anggaran program literasi pesisir saat ini hanya sekitar Rp200 juta. Jumlah tersebut menurun drastis dibanding tahun sebelumnya yang mencapai Rp1 miliar.

“Penurunan anggaran cukup signifikan, sehingga beberapa kegiatan seperti pelatihan literasi terpaksa dihentikan,” ujarnya, Kamis (29/4/2026).

Meski demikian, DPK tetap menjalankan layanan ke wilayah pesisir seperti Malahing dan Tihi-Tihi melalui program andalan, yakni Layar Puspita (Perpustakaan Terapung).

Program ini mengusung konsep jemput bola, di mana petugas datang langsung ke masyarakat menggunakan kapal dengan membawa berbagai fasilitas literasi, mulai dari buku bacaan hingga perlengkapan kegiatan edukatif.

“Kami tetap datangi masyarakat pesisir. Tidak hanya membawa buku, tapi juga kegiatan interaktif agar minat baca anak-anak meningkat,” jelasnya.

Namun, keterbatasan anggaran berdampak pada frekuensi layanan. Dalam satu tahun, satu wilayah kini hanya dapat dikunjungi sekitar dua kali, berkurang dari sebelumnya yang bisa mencapai empat kali kunjungan.

Sebagai alternatif, DPK juga menjalankan program Silang Layan, di mana masyarakat pesisir dapat meminjam buku dalam jumlah besar yang diantar langsung ke lokasi untuk digunakan bersama.

Selain itu, DPK juga pernah menginisiasi program kunjungan anak-anak pesisir ke perpustakaan kota, guna memberikan pengalaman langsung mengakses fasilitas literasi yang lebih lengkap.

Ke depan, DPK berencana menggandeng pihak ketiga melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) serta melibatkan relawan literasi agar layanan ini tetap berkelanjutan.

“Harapannya, meski anggaran terbatas, layanan literasi tetap bisa hadir dan menjangkau semua lapisan masyarakat,” pungkasnya. (*)

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |