Bisnis.com, JAKARTA – Eni dan Petronas resmi mendirikan perusahaan patungan yang akan mengelola aset hulu migas di Indonesia dan Malaysia. Joint venture (JV) ini bernama Searah.
Pembentukan Searah menandai babak baru dalam kehadiran dan komitmen jangka panjang Eni dan Petronas di Indonesia dan Malaysia. Entitas baru ini akan mengelola 19 aset gas yang telah berproduksi maupun dalam tahap pengembangan, yang terdiri atas 14 aset di Indonesia dan 5 aset di Malaysia.
Dengan portofolio tersebut, Searah akan mulai beroperasi dengan tingkat produksi awal mencapai lebih dari 300.000 barel setara minyak per hari (boe/d) dan ditargetkan dapat melampaui 500.000 boe/d dalam 3 tahun ke depan.
Eni dan Petronas mengumumkan bahwa seluruh persetujuan regulasi, pemerintah, dan mitra yang diperlukan di Malaysia maupun Indonesia terkait pembentukan JV tersebut telah diperoleh dan seluruh persyaratan pendahuluan telah dipenuhi.
“Searah mencerminkan strategi satelit yang telah terbukti berhasil kami terapkan, yaitu membangun bisnis yang fokus dan berkualitas tinggi yang mampu menggabungkan skala, efisiensi, dan pertumbuhan, didukung oleh keunggulan kami dalam eksplorasi dan pelaksanaan proyek, serta komitmen berkelanjutan terhadap teknologi dan inovasi,” ujar CEO Eni Claudio Descalzi dikutip dari siaran pers, Selasa (9/6/2026).
Menurutnya, Searah merupakan entitas baru pertama dan terbesar di kawasan Asia Tenggara yang menggabungkan keahlian Eni dengan Petronas untuk mendukung pengembangan sumber daya energi di Indonesia dan Malaysia, dengan komitmen kuat terhadap perlindungan lingkungan dan pertumbuhan ekonomi lokal.
Presiden dan Group CEO Petronas Tengku Muhammad Taufik mengatakan, pembentukan Searah sejalan dengan fokus Petronas yang semakin kuat dalam menerapkan disiplin yang lebih tinggi dalam pengembangan sumber daya, dipadukan dengan alokasi modal yang lebih lincah serta penekanan yang lebih besar pada penciptaan nilai berkelanjutan di seluruh rantai nilai gas.
“Dengan memanfaatkan portofolio dan kapabilitas yang saling melengkapi dari Petronas dan Eni, Searah diharapkan menghadirkan kedalaman operasional, ketahanan finansial, dan kapasitas pertumbuhan kedua mitra dalam memenuhi kebutuhan energi kawasan yang terus meningkat secara andal dan bertanggung jawab, sekaligus berkontribusi terhadap ketahanan pasokan energi jangka panjang di Indonesia dan Malaysia,” tutur Tengku.
Seiring dengan pembentukan Searah, Eni dan Petronas telah mengamankan fasilitas kredit bergulir senilai US$6 miliar atau sekitar Rp108,3 triliun (asumsi kurs Rp18.050 per US$). Hal ini mencerminkan tingginya kepercayaan pasar keuangan terhadap rencana pertumbuhan Searah.
Rencana tersebut mencakup potensi investasi lebih dari US$20 miliar dalam 5 tahun ke depan. Investasi ini akan mendukung pengembangan lebih dari 3 miliar barel setara minyak (boe) sumber daya yang telah ditemukan, sekaligus membuka potensi eksplorasi tambahan miliaran boe.
Eni dan Petronas memiliki tujuan yang sejalan dalam aspek lingkungan dan keberlanjutan untuk Searah, serta meyakini bahwa kolaborasi ini akan memperkuat operasi sekaligus mendukung pembangunan ekonomi dan peluang lokal di kedua negara. Model operasi Searah yang independen dan terintegrasi juga akan menghasilkan sinergi yang signifikan, terutama dalam bidang logistik dan teknologi.
Tim kepemimpinan Searah dibentuk dari para profesional berpengalaman dari kedua perusahaan. Seluruh karyawan Eni Indonesia dan Petronas Indonesia telah beralih menjadi bagian dari Searah. Selain itu, telah dibentuk Searah Malaysia Sdn Bhd, sebuah entitas khusus yang bertanggung jawab mengelola aset-aset di Malaysia.
Adapun, peluncuran Searah dilakukan tidak lama setelah pengambilan keputusan investasi final (final investment decisions/FID) untuk Lapangan Gendalo dan Gandang (South Hub), serta Geng North dan Gehem (North Hub), yang diumumkan Eni pada Maret.
Proyek-proyek tersebut memiliki potensi sekitar 10 triliun kaki kubik (Tcf) gas awal di tempat (gas initially in place/GIIP) dan sekitar 550 juta barel kondensat terkait. Produksi proyek tersebut diperkirakan mulai pada 2028 dan mencapai tingkat produksi puncak sebesar 2 miliar kaki kubik gas per hari (bscfd) dan 90.000 barel kondensat per hari (bpd) pada 2029.
Pembentukan Searah juga menyusul pengumuman terbaru Eni mengenai penemuan gas raksasa Geliga-1 di Blok Ganal, Cekungan Kutai, yang diperkirakan mengandung sekitar 5 Tcf gas dan 300 juta barel kondensat di tempat. Sumur tersebut menunjukkan kualitas reservoir yang sangat baik, dengan kemampuan produksi sekitar 200 juta kaki kubik standar gas per hari (MMscfd) dan 10.000 barel kondensat per hari.
Pembentukan Searah memungkinkan pengalokasian modal dan sumber daya yang diperlukan untuk mencapai target produksi jangka pendek sebesar 500.000 boe/d, sekaligus mempercepat pengembangan peluang-peluang baru yang muncul dari keberhasilan sumur eksplorasi Geliga.
Eni telah beroperasi di Indonesia sejak 2001 dan saat ini memiliki portofolio hulu migas yang beragam, mencakup kegiatan eksplorasi, pengembangan, dan produksi. Produksi bersih perusahaan saat ini mencapai sekitar 90.000 boe/d, yang sebagian besar berasal dari Lapangan Jangkrik dan Merakes di lepas pantai Kalimantan Timur.

5 hours ago
4



































