Kemarau Panjang Tekan Debit Air Bontang, Warga Diminta Mulai Berhemat

10 hours ago 13

BONTANGPOST.ID, Bontang Musim kemarau panjang mulai menekan ketersediaan air bersih di Bontang. Debit sejumlah sumber air baku mengalami penurunan, bahkan pasokan dari sumber di wilayah barat anjlok hingga 50 persen.

Kondisi tersebut membuat Perumda Air Minum Tirta Taman Bontang meminta masyarakat mulai mengurangi penggunaan air dan mengubah kebiasaan pemakaian sehari-hari.

Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Taman Bontang Suramin mengatakan, penurunan debit tidak hanya terjadi pada sumber air baku di wilayah barat. Sejumlah sumur juga mengalami penurunan kapasitas sekitar 2 hingga 3 persen, dengan penurunan maksimal sekitar 5 persen.

“Kalau yang di barat itu sampai 50 persen. Kalau sumur paling tidak sekitar 2 sampai 3 persen, paling banyak 5 persen,” kata Suramin.

Penurunan debit tersebut berdampak terhadap produksi dan distribusi air bersih kepada pelanggan. Karena itu, Perumda tidak hanya melakukan pengaturan distribusi, tetapi juga mendorong masyarakat menggunakan air sesuai kebutuhan.

Menurut Suramin, kebiasaan pelanggan dalam menggunakan air menjadi salah satu faktor penting selama pasokan belum kembali normal. Air yang tersedia perlu dimanfaatkan secara bijak agar pelayanan tetap dapat menjangkau lebih banyak pelanggan.

Ia meminta masyarakat menampung air ketika aliran tersedia sehingga masih memiliki cadangan saat distribusi berhenti sementara.

“Pakailah sehemat mungkin. Kalau air mengalir, ditampung. Jadi ketika air tidak mengalir, masih ada persediaan,” ujarnya.

Perumda juga mengimbau pelanggan memiliki tempat penampungan atau tandon air di rumah. Cadangan tersebut dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar ketika distribusi air sedang bergeser ke wilayah lain.

Selain mengurangi pemakaian, masyarakat diminta memperhatikan kondisi instalasi air di rumah. Kebocoran pada keran maupun jaringan internal berpotensi menyebabkan air terbuang percuma, terutama saat pasokan sedang terbatas.

Pelanggan juga diminta segera melaporkan apabila menemukan kebocoran jaringan maupun gangguan distribusi.

Sejumlah kebiasaan sederhana juga dapat diterapkan untuk menghemat air. Misalnya mematikan keran ketika tidak digunakan dan menggunakan ember saat mencuci dibandingkan membiarkan air mengalir terus-menerus.

Air bekas pakai atau grey water yang masih layak juga dapat dimanfaatkan kembali untuk kebutuhan tertentu, seperti menyiram tanaman.

Suramin menegaskan, kondisi pasokan akan terus dipantau. Jika hujan belum turun dan debit sumber air kembali menyusut, pengaturan distribusi berpotensi diperketat atau diperluas.

Karena itu, masyarakat diminta tidak menunggu hingga gangguan pasokan meluas untuk mulai berhemat.

“Kalau pelanggan terdampak sudah aman, pola yang ada sementara kita pertahankan. Kita lihat perkembangannya,” ucapnya.

Bagi pelanggan yang mengalami gangguan, Perumda Tirta Taman menyediakan layanan pengaduan melalui nomor (0548) 23555. Layanan pelanggan melalui WhatsApp juga tersedia di 0812 5378 7420.

Perumda berharap kebiasaan menghemat air dapat dilakukan bersama selama musim kemarau. Penggunaan air secara bijak diharapkan membantu menjaga ketersediaan air untuk kebutuhan masyarakat Bontang.

Print Friendly, PDF & Email

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |