Kemarau Makin Terasa, Debit Air Baku Bontang Barat Turun hingga 30 Persen

1 day ago 13

BONTANGPOST.ID, Bontang Kemarau yang masih berlangsung mulai berdampak terhadap ketersediaan air baku di Kecamatan Bontang Barat. Debit sumber air yang menjadi salah satu andalan pelayanan di wilayah tersebut mengalami penurunan cukup signifikan.

Perumda Tirta Taman Bontang pun mulai menyiapkan langkah antisipasi, termasuk kemungkinan menerapkan sistem pengaliran air secara bergilir apabila debit sumber air terus menurun.

Direktur Utama PDAM Tirta Taman Bontang Suramin mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk menjaga pelayanan kepada pelanggan di tengah kondisi kemarau.

“Bukan krisis, tetapi kita mengantisipasi lebih awal. Memang kemarau yang sedang berlangsung menyebabkan penurunan,” kata Dadi.

Menurutnya, penurunan debit paling terasa pada sumber air baku yang melayani wilayah Bontang Barat. Sebagian kebutuhan air pelanggan di kawasan tersebut masih mengandalkan air permukaan yang bersumber dari Bendung Sungai Bontang.

Dalam kondisi normal, sumber air tersebut mampu menghasilkan sekitar 50 liter per detik. Namun, akibat kemarau, debitnya kini berada di kisaran 20 hingga 30 liter per detik.

“Kurang lebih penurunannya 30 persen,” ujarnya.

Penurunan debit tersebut membuat Perumda Tirta Taman perlu menyiapkan skema distribusi agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan. Salah satu opsi yang disiapkan yakni pengaturan jadwal pengaliran air secara bergilir.

Jadwal distribusi nantinya akan menyesuaikan kondisi sumber air baku dan kebutuhan pelanggan di masing-masing wilayah.

Dadi belum dapat memastikan apakah debit air akan kembali menurun jika kemarau berlangsung lebih panjang. Karena itu, masyarakat di Bontang Barat diminta mulai menghemat penggunaan air.

“Kita belum bisa memastikan. Makanya kita melakukan imbauan kepada masyarakat untuk menghemat air dan secara bijak memanfaatkan air,” ucapnya.

Selain menyiapkan pengaturan distribusi, Perumda Tirta Taman bersama masyarakat juga telah melakukan salat Istisqa beberapa hari lalu di kawasan Bendung Sungai Bontang.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk ikhtiar menghadapi kondisi kemarau yang berdampak pada ketersediaan air baku.

Dadi mengatakan kondisi sumber air baku menjadi perhatian karena sebagian pelayanan di Bontang Barat masih sangat bergantung pada ketersediaan air permukaan.

“Kita bermunajat kepada Yang Maha Kuasa agar segera diberikan hujan. Harapannya kondisi sumber air bisa kembali membaik, meskipun tentu tidak bisa langsung normal sepenuhnya,” pungkasnya.

Siapkan Tangki Air Gratis untuk Pelanggan

Sebagai langkah antisipasi sekaligus membantu pelanggan yang kesulitan mendapatkan pasokan air, Perumda Tirta Taman juga menyiapkan layanan pengantaran air menggunakan mobil tangki.

Petugas Perumda Tirta Taman, Ramli, mengatakan pengantaran air dilakukan secara bergilir dari rumah ke rumah, terutama di wilayah Bontang Barat yang terdampak penurunan debit air baku. Namun, layanan tersebut juga menjangkau sejumlah pelanggan di wilayah Bontang Utara dan Bontang Selatan.

Pengantaran dilakukan sejak pagi hingga malam hari dengan memprioritaskan pelanggan yang memang membutuhkan pasokan air.

“Ini kami dari pagi, pelayanannya gratis untuk pelanggan PDAM yang memang sangat membutuhkan air,” kata Ramli.

Perumda Tirta Taman menyiapkan layanan air tangki gratis bagi pelanggan yang membutuhkan di tengah penurunan debit air baku akibat kemarau.

Layanan air tangki tersebut diberikan tanpa biaya bagi pelanggan Perumda Tirta Taman yang membutuhkan. Petugas akan melakukan pengantaran secara bergiliran untuk membantu memenuhi kebutuhan air selama kondisi pasokan belum kembali normal.

Selain menyiapkan pengaturan distribusi dan layanan air tangki, Perumda Tirta Taman bersama masyarakat juga telah melakukan salat Istisqa beberapa hari lalu di kawasan Bendung Sungai Bontang.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk ikhtiar menghadapi kondisi kemarau yang berdampak pada ketersediaan air baku.

Dadi mengatakan kondisi sumber air baku menjadi perhatian karena sebagian pelayanan di Bontang Barat masih sangat bergantung pada ketersediaan air permukaan.

“Kita bermunajat kepada Yang Maha Kuasa agar segera diberikan hujan. Harapannya kondisi sumber air bisa kembali membaik, meskipun tentu tidak bisa langsung normal sepenuhnya,” pungkasnya. (ak)

Print Friendly, PDF & Email

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |