Festival Literasi Bontang Resmi Ditutup, Pengunjung Tembus 2.421 Orang

1 day ago 12

BONTANGPOST.ID, Bontang Festival Literasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Bontang 2026 resmi ditutup, Sabtu (15/8/2026) malam. Selama tiga hari pelaksanaan, festival mencatat 2.421 kunjungan dari peserta kegiatan, masyarakat umum hingga rombongan sekolah.

Mengusung tema “Berbenah Melalui Literasi Menuju Bontang Cerdas, Berbudaya, Berkelanjutan, dan Berdaya Saing”, festival berlangsung sejak 13 hingga 15 Agustus 2026.

Malam penutupan menjadi puncak rangkaian kegiatan yang diisi berbagai penampilan serta pemberian penghargaan. Sebelumnya, masyarakat telah mengikuti beragam agenda, mulai dari pameran literasi, bedah buku, talkshow, kegiatan kepenulisan dan kreativitas, perlombaan hingga aktivitas yang melibatkan pelajar, komunitas dan pegiat literasi.

Dalam laporan kegiatan, Sekretaris DPK Bontang Hapidah yang mewakili Kepala DPK Retno Febriaryanti menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan festival.

“Festival Literasi Kota Bontang menghadirkan berbagai kegiatan yang dirancang untuk memberikan pengalaman literasi kepada masyarakat secara lebih luas,” ujar Hapidah.

Ia mengatakan antusiasme masyarakat terlihat dari jumlah kunjungan selama festival. Tercatat 540 peserta kegiatan literasi, 325 masyarakat umum dan 1.556 kunjungan kolektif dari sekolah.

“Total kunjungan hingga siang hari ini sebanyak 2.421 orang mulai hari Kamis. Malam ini saja penutupan luar biasa, dari depan sampai ke dalam sini padat,” katanya.

Selain menjadi ruang untuk kegiatan literasi, festival juga memberikan kesempatan kepada pelaku UMKM untuk memasarkan produk. Sebanyak 14 UMKM turut ambil bagian selama tiga hari pelaksanaan.

Dari kegiatan tersebut, perputaran omzet UMKM tercatat sekitar Rp30 juta.

“Festival Literasi telah membantu perputaran ekonomi dan memberikan omzet di Kota Bontang sekitar Rp30 juta selama tiga hari,” ungkap Hapidah.

Hapidah menyebut pelaksanaan festival tidak lepas dari dukungan komunitas, perusahaan, instansi vertikal, organisasi dan sponsor. Sebanyak 19 stan pameran turut mengisi kegiatan, mulai dari komunitas literasi, perpustakaan sekolah dan kelurahan, organisasi masyarakat hingga perusahaan.

Ia pun menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, termasuk panitia yang terlibat sejak persiapan hingga rangkaian festival berakhir.

Sementara itu, mewakili Wali Kota Bontang, Staf Ahli Bidang Pembangunan Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM) Pemkot Bontang Lukman mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat.

Menurutnya, padatnya pengunjung selama festival menunjukkan masyarakat, khususnya anak-anak, membutuhkan ruang untuk melakukan berbagai aktivitas yang berkaitan dengan literasi.

“Kalau dilihat dua sampai tiga hari, pesertanya membludak. Ini menunjukkan anak-anak kita membutuhkan wadah untuk melakukan kegiatan yang berhubungan dengan literasi,” kata Lukman.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan UMKM dalam festival. Menurutnya, kegiatan pemerintah maupun masyarakat dapat menjadi ruang untuk menggerakkan ekonomi lokal.

“UMKM memang harus kita berdayakan setiap kegiatan yang ada di Kota Bontang. Walaupun waktunya terbatas, saya kira itu bisa membantu roda perekonomian bergerak,” ungkapnya.

Lukman menilai rangkaian festival membuktikan bahwa literasi tidak hanya berkaitan dengan membaca buku. Literasi juga dapat dikembangkan melalui seni, budaya, teknologi, kreativitas, diskusi, permainan dan karya.

“Ini semua membuktikan bahwa literasi bukan sesuatu yang membosankan. Literasi dapat hadir melalui buku, cerita, seni budaya, teknologi, kreativitas, diskusi, permainan, dan karya,” jelasnya.

Ia mengajak masyarakat menjadikan literasi sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Gerakan tersebut, kata dia, perlu dimulai dari keluarga, sekolah hingga lingkungan masyarakat.

“Orang tua membaca bersama anak, guru menumbuhkan kecintaan terhadap buku, masyarakat memanfaatkan perpustakaan, dan anak-anak berani membaca serta berkarya,” katanya.

Lukman juga menekankan pentingnya literasi yang inklusif agar seluruh masyarakat memiliki kesempatan memperoleh akses belajar. Ia mengapresiasi inovasi DPK Bontang dalam menghadirkan layanan perpustakaan yang semakin ramah bagi penyandang disabilitas dan lansia.

Kepada generasi muda Bontang, ia berpesan agar tidak berhenti membaca, belajar dan berkarya.

“Jangan pernah berhenti membaca, belajar, bermimpi, dan berkarya. Jadilah generasi cerdas, kreatif, berkarakter, mencintai budaya, peduli lingkungan, serta mampu bersaing tanpa kehilangan jati diri,” pesannya.

Rangkaian Festival Literasi DPK Bontang 2026 juga menghadirkan penulis bestseller Indonesia Asma Nadia sebagai bintang tamu.

Asma Nadia mengapresiasi pelaksanaan festival yang dinilainya menjadi ruang untuk menumbuhkan minat baca sekaligus kreativitas masyarakat. Kunjungan tersebut menjadi kali ketiganya ke Bontang.

Asma Nadia hadir sebagai bintang tamu Festival Literasi Bontang 2026, berbagi cerita dan pengalaman seputar dunia literasi dan kepenulisan.

Menurutnya, keberadaan perpustakaan yang semakin baik dapat mendorong masyarakat memanfaatkannya sebagai tempat membaca, belajar, berkarya hingga mencari inspirasi.

“Karena, membaca dan menulis merupakan dua hal yang tidak terpisahkan. Untuk menjadi penulis hebat, harus rajin membaca. Makin banyak membaca, makin banyak ide yang muncul dan makin peka melihat sekitar,” ujarnya.

Asma Nadia juga menegaskan kebiasaan berliterasi perlu ditanamkan sejak dini dan dimulai dari lingkungan keluarga, terutama peran orang tua.

“Kalau anak hari ini jatuh cinta pada buku, semuanya dimulai dari rumah. Ibu punya peran penting membiasakan anak membaca,” katanya. (*)

Print Friendly, PDF & Email

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |