BONTANGPOST.ID, Bontang – Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni secara resmi menetapkan Paket Strategis Tahun Anggaran 2025 sebagai langkah prioritas pembangunan kota.
Keputusan ini tertuang dalam keputusan wali kota bernomor 100.3.3.3/157/PBJ/2025. Tertanggal 19 Maret 2025.
Keputusan penetapan paket strategis ini juga ditandatangani oleh sejumlah pejabat penting. Termasuk Wakil Wali Kota Agus Haris, Sekretaris Kota Aji Erlynawati, serta jajaran terkait.
“Paket strategis ini mencakup program-program dengan nilai anggaran terbesar di lingkungan Pemerintah Kota Bontang,” kata Neni.
Tujuannya untuk mempercepat pembangunan infrastruktur, layanan publik, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Keputusan ini didasarkan pada berbagai regulasi nasional dan daerah, termasuk Undang-Undang 21/2023 tentang Ibu Kota Negara, Undang-Undang Nomor 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah, serta Perda Kota Bontang 3/2021 tentang RPJMD 2021-2026.
Pemkot Bontang memastikan bahwa setiap program dalam paket strategis 2025 akan diawasi ketat guna menghindari penyimpangan dan memastikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Jika terdapat kekeliruan dalam pelaksanaan, pemerintah berkomitmen untuk segera melakukan perbaikan.
“Dengan penetapan ini, diharapkan pembangunan Kota Bontang semakin maju, transparan, dan berdampak nyata bagi warga,” ucapnya.
10 paket strategis ini mencakup proyek yang diusulkan melalui Bankeu Pemprov Kaltim maupun APBD Bontang. Khusus Bankeu meliputi peningkatan saluran drainase di Kanaan dengan pagu anggaran Rp53,6 miliar, peningkatan saluran drainase di Kelurahan Tanjung Laut Indah Rp28,6 miliar, serta peningkatan saluran drainase Jalan HM Ardans Rp23,7 miliar.
Sementara proyek lain yang ditangani oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) berasal dari APBD Bontang yakni pembangunan off-take Telihan dan jaringan interkoneksi dari Off-Take Telihan menuju WTP Bhayangkara senilai Rp23 miliar, rehab jalan Arief Rahman Hakim Rp13,2 miliar, rehab parsial empat ruas jalan kota Rp10,1 miliar, dan rekonstruksi Jalan Tari Jepen Guntung senilai Rp1,3 miliar.
Satu proyek ditangani oleh Dinas Lingkungan Hidup yakni pembangunan gedung Laboratorium Uji Lingkungan senilai Rp9,5 miliar. Serta dua pembangunan infrastruktur garapan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) yakni pembangunan lanjutan RKB SMP 1 dengan pagu anggaran Rp3,5 miliar dan RKB SD 007 Bontang Utara Rp10,7 miliar. (Ak)