BONTANGPOST.ID – Harga sejumlah kebutuhan pokok di wilayah hulu Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) melonjak di tengah kondisi kekeringan. Harga gas LPG 3 kilogram dilaporkan mencapai Rp250 ribu per tabung.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Bupati Mahulu Angela Idang Belawan. Ia meminta seluruh perangkat daerah memperkuat pendataan warga terdampak kekeringan agar bantuan selama masa siaga darurat dapat disalurkan secara merata dan tepat sasaran.
Arahan itu disampaikan Angela dalam rapat koordinasi penanggulangan bencana kekeringan di Kantor Bupati Mahulu, Rabu (19/8).
Dua kecamatan di wilayah hulu, yakni Long Pahangai dan Long Apari, menjadi prioritas penanganan karena dampak kekeringan dinilai paling signifikan. Meski demikian, Angela menegaskan tiga kecamatan lainnya tetap harus mendapat perhatian setelah kebutuhan masyarakat di wilayah hulu terpenuhi.
“Betul, kita tidak boleh meninggalkan tiga kecamatan ini, tapi kita memfokuskan di dua kecamatan yang di ulu,” kata Angela.
Ia meminta Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan segera menyiapkan data akurat mengenai kelompok masyarakat rentan. Pendataan tidak hanya mencakup bayi, balita, ibu hamil, dan lansia, tetapi juga warga yang memiliki penyakit tertentu dan membutuhkan obat secara rutin.
“Orang sakit pun harus dicatat datanya. Mungkin seperti orang yang terkena stroke atau punya penyakit yang harus setiap hari minum obat seperti penyakit jantung, itu juga harus kita perhatikan,” ujarnya.
Menurut Angela, kebutuhan warga terdampak tidak boleh hanya dilihat dari sisi pangan. Pemerintah juga harus memastikan kebutuhan penunjang kesehatan tersedia, seperti susu bagi bayi, balita, ibu hamil dan lansia serta popok bagi anak-anak.
Ia mengingatkan agar kondisi kekeringan dan kenaikan harga kebutuhan pokok tidak berdampak terhadap pemenuhan gizi masyarakat maupun meningkatkan angka stunting.
“Jangan hanya terfokus pada sembako, tapi kebutuhan-kebutuhan lain penunjang untuk kesehatan kita tidak berikan,” tegasnya.
Distribusi Bantuan Harus Merata
Angela juga meminta mekanisme pembagian sembako diperbaiki agar tidak ada warga yang menerima bantuan secara berlebihan, sementara warga lainnya tidak kebagian.
Ia mencontohkan distribusi sebelumnya yang hanya menyediakan sekitar 700 paket sembako. Jumlah tersebut dinilai belum mencukupi kebutuhan seluruh masyarakat di dua kecamatan terdampak.
Bupati meminta pemerintah menghitung kebutuhan bantuan berdasarkan jumlah anggota keluarga dan konsumsi untuk jangka waktu tertentu.
“Walaupun memang betul yang dibawa kemarin tidak banyak, tapi maksud saya begini, kita buatlah bagaimana semua masyarakat kita yang ada di dua kecamatan ini bisa mendapatkan rata,” katanya.
Dengan perhitungan tersebut, pemerintah dapat mengetahui kebutuhan beras dan bahan pokok setiap keluarga setidaknya untuk dua minggu.
“Memang ini akan membuat pekerjaan kita lebih banyak, tapi akan lebih akurat. Yang kita inginkan dulu adalah kebutuhan mereka tercukupi,” ujarnya.
Angela juga meminta DKPP, Eko SDA, dan BPBD mengevaluasi jumlah bantuan yang akan dikirim. Jika masih kurang, jumlah sembako diminta untuk ditambah.
“Kalau memang belum, saya akan minta Eko-SDA untuk melipatgandakan sembako yang akan dibawa. Kita akan melihat kekurangannya berapa, kebutuhan masyarakat berapa,” katanya.
Harga Kebutuhan Melonjak
Di tengah kondisi tersebut, Camat Long Apari Petrus Ngo melaporkan harga sejumlah kebutuhan pokok dan BBM di wilayahnya.
Harga beras 25 kilogram mencapai Rp850 ribu. Gas LPG 12 kilogram Rp850 ribu, sedangkan LPG 3 kilogram menembus Rp250 ribu per tabung.
Harga gula pasir tercatat Rp35 ribu per kilogram. Sementara pertalite eceran mencapai Rp35 ribu per liter.
Untuk stok BBM, APMS Tiong Ohang masih memiliki pertalite sebanyak 107 drum atau sekitar 20.865 liter. Sementara solar dan Dex dilaporkan kosong.
Kondisi kenaikan harga tersebut membuat Angela mengingatkan seluruh pihak agar tidak memanfaatkan situasi bencana untuk mengambil keuntungan secara berlebihan.
Ia menegaskan tidak boleh ada pihak yang menaikkan harga kebutuhan secara tidak wajar dan tidak sesuai kondisi riil di lapangan.
“Saya tidak mau ini dijadikan sebagai ruang untuk bermain-main, apalagi dalam kondisi bencana seperti sekarang,” tegas Angela.
Siapkan Gudang Logistik
Selain memastikan distribusi bantuan, Angela menginstruksikan pemerintah segera mencari lokasi yang dapat digunakan sebagai gudang logistik di kawasan Long Pakaq.
Menurutnya, langkah tersebut penting karena bencana kekeringan maupun banjir di Mahulu terjadi berulang dan polanya dapat dipetakan berdasarkan pengalaman sebelumnya.
“Kalau bisa, secepat mungkin dicari di daerah Long Pakaq. Kenapa di daerah Long Pakaq? Karena ini sudah beberapa kali terjadi dan kita sudah mengetahui polanya, kapan kita menghadapi kemarau dan kapan kita akan menghadapi banjir,” jelasnya.
Gudang tersebut harus berada di lokasi aman, tidak rendah, serta memenuhi persyaratan penyimpanan bahan pangan.
Angela berharap Mahulu ke depan memiliki stok logistik yang dapat digunakan sebagai langkah antisipasi ketika bencana kembali terjadi, termasuk kemungkinan pembangunan gudang Bulog.
Penggunaan Anggaran Diawasi
Angela juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap penggunaan anggaran selama penanganan bencana.
Ia meminta Inspektorat memastikan seluruh kegiatan perangkat daerah memiliki perencanaan dan anggaran yang jelas serta sesuai aturan.
“Jangan sampai kita melanggar aturan yang ada,” katanya.
Seluruh penggunaan anggaran dan sumber daya untuk penanggulangan bencana juga harus dilaporkan secara tertulis kepada Inspektorat untuk kemudian disampaikan kepada bupati.
“Apapun yang digunakan untuk menanggulangi bencana ini harus dilaporkan secara tertulis. Nanti laporan tersebut disampaikan kepada Inspektorat, kemudian Inspektorat menyampaikannya kepada saya,” ujarnya.
Menurut Angela, pengawasan diperlukan agar penanganan bencana berlangsung transparan dan tidak menjadi ruang penyalahgunaan anggaran.
Transportasi Jadi Kendala
Penurunan debit sungai juga menjadi kendala dalam mobilisasi bantuan ke wilayah hulu. Pemerintah kini mengupayakan alternatif melalui jalur darat.
Angela meminta kebutuhan kendaraan dihitung berdasarkan jumlah bantuan yang akan dikirim. Setiap kendaraan yang dikerahkan harus benar-benar membawa bantuan bagi masyarakat terdampak.
“Kita harus benar-benar mempunyai data yang akurat sehingga kebutuhan kendaraan juga terlihat. Jadi, tidak hanya asal-asal membawa kendaraan untuk ke hulu, tapi tidak membawa apa pun,” katanya.
Ia juga meminta Dinas Kesehatan memastikan kondisi seluruh personel yang terlibat dalam penanganan bencana tetap sehat. Vitamin dan kebutuhan kesehatan lainnya harus disiapkan bagi petugas yang melakukan perjalanan ke wilayah terdampak.
“Saya tidak mau kalian yang mengantar, kalian yang mengatur ini dalam kondisi tidak sehat. Saya ingin kalian sehat semua dalam kondisi yang fit,” ujarnya.
Pekerjaan pembukaan akses jalan menuju wilayah lebih hulu akan terus dipantau setiap hari. Jika akses dapat dibuka hingga Tiong Ohang, pemerintah memiliki alternatif transportasi yang lebih efektif sekaligus lokasi pendukung distribusi logistik.
Angela berharap seluruh jajaran yang terlibat dalam penanganan bencana dapat menjalankan tugas dengan baik dan kembali kepada keluarga dalam kondisi sehat.
“Semoga kita semua sehat, dalam keadaan baik. Setelah selesai melaksanakan kegiatan selama satu minggu ini, kita kembali dengan keluarga dalam keadaan sehat,” pungkasnya. (KP)


















































