Eks FBI Gugat Direktur Kash Patel, Klaim Dipecat Akibat Kasus Trump

6 hours ago 4

Jakarta, CNN Indonesia

Dua mantan agen Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (AS) atau FBI memasukkan gugatan melawan Direktur FBI Kash Patel atas pemecatan mereka, Kamis (19/3).

Dua eks agen itu mengklaim mereka dipecat Patel karena melakukan investigasi kasus yang melibatkan Presiden AS Donald Trump. Selain Patel, dalam dokumen aduan itu mereka juga menjadikan Jaksa Agung Pam Bondi, institusi FBI, dan Departemen Kehakiman juga sebagai pihak tergugat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Para penggugat meminta pengadilan untuk mengembalikan posisi mereka dan menyatakan bahwa pemutusan hubungan kerja tersebut melanggar hak mereka atas kebebasan berbicara dan proses hukum yang adil berdasarkan Konstitusi AS.

Mengutip dari AFP, dalam dokumen gugatan setebal 41 halaman, dua eks agen FBI itu menuduh Patel ‘mengakhiri pekerjaan mereka di FBI hanya berdasarkan penugasan mereka ke Arctic Frost’.

Arctic Frost adalah kode nama agensi untuk penyelidikan kasus Trump. Menurut eks dua agen itu, apa yang telah dilakukan Patel itu melanggar hak konstitusional mereka.

“Tidak ada penyelidikan internal, pemberitahuan, atau sidang yang mendahului pemecatan mereka. Para penggugat juga tidak diberi bukti yang diduga mendukung pemecatan mereka atau diberi kesempatan untuk mengajukan banding,” tulis mereka dalam dokumen gugatan itu.

Dua eks agen itu menambahkan bahwa mereka sebetulnya hanya memainkan peran kecil atau hanya pendukung dalam Arctic Frost.

Sebelumnya Trump dituduh mencoba membatalkan Pilpres AS 2020, di mana ia kalah dari politikus Demokrat Joe Biden. Namun, kasus tersebut dibatalkan pada tahun 2024, sesuai dengan kebijakan Departemen Kehakiman untuk tidak menuntut presiden yang sedang menjabat.

Dalam dokumen gugatan dua eks agen FBI itu diterangkan, pada Januari lalu lewat akun media sosial miliknya, Truth Social, Trump mengunggah pernyataan bahwa agen FBI yang ikut serta dalam Arctic Frost adalah “Sampah” dan “Orang Gila Kiri Radikal”.

Patel kemudian membalas unggahan tersebut dengan mengatakan bahwa agensi “menemukan pelaku korup dan mengakhiri pekerjaan mereka tahun lalu.”

Dalam gugatan mereka–para agen yang diberi nama samaran itu–merupakan penerima penghargaan ‘Teladan’ dan tak pernah dikenai tindakan disiplin atau sanksi sebelumnya. Hingga, sambung dua eks agen, ketika mereka dipecat secara tiba-tiba ” oleh Patel antara akhir Oktober dan awal November 2025 lalu.

Belum ada pernyataan resmi dari FBI maupun pemerintah AS terkait gugatan tersebut.

(afp/kid)


Add as a preferred
source on Google




[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |