Comeback BTS Sukses Besar, Industri K-pop Kembali Pulih

7 hours ago 2

Bisnis.com, JAKARTA — Kembalinya BTS lewat album terbarunya memberi sinyal kuat kebangkitan pasar K-pop yang sempat melambat, kini kembali optimistis berkat performa impresif mereka.

Album kelima bertajuk “Arirang” yang dirilis Jumat lalu langsung mencatat pencapaian besar. Dalam tiga hari pertama, penjualannya menembus 4 juta kopi dan debut di posisi pertama tangga album mingguan Hanteo.

Capaian ini sekaligus melampaui rekor sebelumnya dari album Map of the Soul: 7 yang terjual 3,37 juta kopi pada pekan pertama. Hal ini menegaskan bahwa kekuatan fandom Army masih menjadi faktor utama dalam kesuksesan BTS.

Tak hanya dari sisi penjualan fisik, performa digital album ini juga sangat kuat. Platform Spotify mencatat lagu utama “Swim” menduduki posisi puncak tangga lagu global selama tiga hari berturut-turut.

Sementara itu, lagu “Body to Body” bertahan di posisi kedua dalam periode yang sama. Secara keseluruhan, delapan lagu dari album ini berhasil masuk ke dalam 10 besar chart global.

Di platform Apple Music, album ini bahkan mencatat rekor baru. “Arirang” menjadi album K-pop dengan jumlah streaming terbanyak secara global di hari pertama perilisannya.

Comeback ini menjadi momen penting karena merupakan rilisan grup lengkap pertama BTS dalam tiga tahun terakhir. Selama masa hiatus, para member menjalani wajib militer dan fokus pada proyek individu.

Di sisi lain, industri K-pop sendiri mengalami perubahan signifikan dalam periode tersebut. Munculnya idol generasi keempat dan kelima membuat persaingan semakin ketat, namun tanpa kehadiran dominasi kuat dari satu grup utama.

Kondisi ini turut berdampak pada penurunan penjualan album secara keseluruhan. Data dari Korea Pop Music Industry Association menunjukkan penjualan album tahunan turun dari 115 juta kopi pada 2023 menjadi 86 juta kopi pada 2025.

Pengamat budaya, Kim Sung-soo, menilai kembalinya BTS berpotensi menjadi titik balik bagi industri K-pop yang sedang melambat.

“BTS diperkirakan akan memainkan peran penting dalam menghidupkan kembali pasar di tengah pertumbuhan yang melambat,” ujarnya dalam The Korea Herald, dikutip Jumat (27/3/2026).

Dia juga melihat kondisi industri saat ini masih kekurangan grup yang benar-benar dominan. Menurutnya, situasi ini membuat kehadiran BTS berpotensi memberi dampak luas bagi seluruh ekosistem K-pop.

“Di saat pasar kekurangan idola dominan, comeback BTS kemungkinan akan menciptakan efek berantai di seluruh industri K-pop,” lanjutnya.

Selain BTS, grup Blackpink juga turut memberi dampak positif bagi pasar. Album mereka berjudul Deadline mencatat penjualan lebih dari 1,77 juta kopi pada minggu pertama.

Kim menyebut BTS dan Blackpink akan menjadi pilar utama industri K-pop tahun ini. Dia melihat keduanya tetap mampu menunjukkan performa kuat meski sempat vakum cukup lama.

“Baik BTS maupun Blackpink menunjukkan hasil solid meski sempat hiatus panjang,” katanya.

Dia juga menambahkan kontribusi BTS dan Blackpink akan memberi dampak besar terhadap pergerakan pasar album tahun ini, sehingga berpotensi mendorong arah baru bagi industri K-pop.

“Keduanya diperkirakan akan menjadi penopang pasar album tahun ini dan mendorong pertumbuhan industri K-pop ke arah yang berbeda.” tambahnya.

Source link

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |