Bisnis.com, JAKARTA — Aksi PT Bursa Efek Indonesia (BEI) yang melakukan rebalancing terhadap tiga indeks besar Indonesia, yakni LQ45; IDX 30; dan IDX 80 memunculkan dua saham baru dalam indeks LQ45.
Aksi perombakan susunan konstituen yang dilakukan pada 27 Juli 2026 ini mengeluarkan sejumlah nama-nama saham lama. BEI mengeluarkan TOWR dan SMGR dari daftar indeks yang berisi 45 saham paling likuid tersebut, sekaligus memasukkan INDY dan NCKL.
Adapun, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR) atau SIG bersama PT Sarana Menara Nusantara Tbk. (TOWR) resmi terdepak dari indeks LQ45 untuk periode efektif 3 Agustus hingga 30 Oktober 2026.
Berdasarkan pengumuman Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (27/7/2026), posisi SMGR dan TOWR digantikan oleh emiten energi PT Indika Energy Tbk. (INDY) serta emiten hilirisasi nikel PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL).
Dari lantai bursa, saham SMGR saat ini berada di level Rp1.455 per saham atau mencerminkan penurunan 44,89% sejak awal tahun (year-to-date/YtD). Adapun, selama satu bulan terakhir, saham perseroan turun sebesar 2,35%.
Sementara itu, saham TOWR juga mencatat penurunan sebesar 30,60% YtD menjadi Rp406 per saham hingga penutupan perdagangan hari ini. Namun, saham emiten menara Grup Djarum ini sejatinya masih menguat 11,54% dalam sebulan terakhir.
Di sisi lain, saham INDY tampil solid dengan mencetak kenaikan sebesar 17,41% YtD ke level Rp2.630 atau melesat 38,79% selama sebulan. Saham NCKL juga terapresiasi 3,70% dalam sebulan terakhir, tetapi melemah 25,33% secara YtD.
Dari sisi fundamental, terdepaknya SMGR sejalan dengan tekanan kinerja keuangan perseroan. Laba bersih BUMN semen tersebut membukukan penurunan 83,62% secara tahunan menjadi Rp177,23 miliar pada 2025.
Sementara itu, TOWR masih mengantongi kenaikan laba bersih sebesar 10,28% YoY menjadi Rp3,67 triliun pada 2025 dengan pendapatan Rp13,23 triliun.
Adapun, hingga penutupan perdagangan Senin (27/7/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di level 6.185,78 atau turun 28,46% YtD.
Sementara itu, LQ45 terkoreksi 27,64% ke level 612,55, diikuti IDX30 yang melemah 21,12% ke posisi 344,88, sedangkan IDX80 menjadi indeks dengan pelemahan terdalam yakni 30,53% YtD menuju level 92,08.
—
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

9 hours ago
6




































