Futura Energi (FUTR) Incar Posisi Utama di Bisnis EBT Usai Gandeng China

2 weeks ago 71

Bisnis.com, JAKARTA — PT Futura Energi Global Tbk. (FUTR) kian bergeliat menggarap bisnis energi baru terbarukan (EBT) di antaranya dengan menggandeng perusahaan China.

Presiden Direktur FUTR Tonny Agus Mulyantono mengatakan FUTR tengah bertransformasi dari yang sebelumnya dikenal sebagai PT Lini Imaji Kreasi Ekosistem Tbk. dan mengembangkan sektor kreatif menuju pengembangan solusi energi hijau berkelanjutan melalui entitas anaknya.

“Kami bertekad menjadi perusahaan yang berperan aktif dalam transisi energi nasional dengan mengembangkan berbagai proyek EBT, termasuk Pembangkit Listrik Tenaga Surya [PLTS],” kata Tonny dalam keterangan tertulis pada Senin (10/11/2025).

FUTR memang tengah bergeliat mengembangkan PLTS. Pada 21 Oktober 2025, FUTR menandatangani nota kesepakatan (MoU) dengan dua entitas asal China, yakni Zhejiang Energy PV-Tech Co Ltd dan PT Hypec International dalam mengembangkan proyek PLTS berkapasitas 130 megawatt di Bali. 

“Kerja sama tersebut menjadi wujud dari keseriusan FUTR dalam memperluas portofolio energi terbarukan, sekaligus mendukung diversifikasi sumber energi nasional,” ujar Tonny.

Selain pengembangan PLTS, FUTR juga berencana akan melakukan perluasan bisnis Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi atau geothermal melalui PT Sejahtera Alam Energy (SAE) di Jawa Tengah. 

Di proyek berkapasitas 220 megawatt ini, SAE telah berinvestasi US$80 juta dan telah memiliki perjanjian jual beli tenaga listrik (PPA) selama 30 tahun sejak beroperasi secara komersial.

Tonny mengatakan ancang-ancang FUTR di bisnis EBT sejalan dengan arah kebijakan pemerintah terkait dengan transisi energi dan implementasi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025-2034.

FUTR juga berupaya memanfaatkan momentum dan peluang regulasi dan insentif yang diberikan pemerintah untuk mempercepat transformasi energi bersih nasional. 

“Dengan strategi yang terarah dan dukungan mitra strategis, kami optimistis dapat menjadi katalis dalam mendorong inovasi hijau, menciptakan nilai jangka panjang dan berkontribusi terhadap ketahanan energi nasional,” ujar Tonny.

Di tengah ancang-ancang mengembangkan bisnis EBT, kinerja laba FUTR melonjak. Mengacu laporan keuangan, Futura Energi per akhir September 2025 telah membukukan laba neto tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih mencapai Rp3,70 miliar. Angka tersebut melonjak 444,73% dibanding laba bersih perseroan pada periode yang sama 2024 sebesar Rp680,09 juta. 

Padahal, pendapatan usaha perseroan dalam periode tersebut susut 46,51% secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp33,94 miliar. Namun, perusahaan di saat yang sama dapat menekan beban pokok pendapatan dari Rp54,85 miliar menjadi Rp22,17 miliar, atau terpangkas 59,59% secara YoY. 

Adapun, bila pendapatan usaha Futura Energi dibedah, segmen perdagangan dan jasa penunjang konstruksi berkontribusi sebesar Rp31,95 miliar. Dari beban pokok pendapatan, segmen ini menyumbang Rp13,27 miliar. Dalam periode yang sama 2024, pos pendapatan dan beban dari segmen ini belum tercatat. 

Sebaliknya, pendapatan dari segmen konsultasi, periklanan, gudang kreatif dan lainnya menyumbang pendapatan Rp2,27 miliar per kuartal III/2025, alias terpangkas 96,41% secara YoY. Sementara dari beban pokok pendapatan, segmen ini berkontribusi mencapai Rp4,59 miliar atau turun 90,01% secara YoY.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Source link

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |