Bisnis.com, SEMARANG — Menjelang bulan suci Ramadan, sejumlah daerah di Jawa Tengah memiliki tradisi khas yang digelar sebagai bentuk ungkapan syukur sekaligus sarana mempererat kebersamaan warga.
Kota Semarang menjadi salah satu kota di Jawa Tengah yang secara rutin melaksanakan atau menggelar tradisi jelang bulan Ramadan. Tradisi Gebyuran Bustaman telah menjadi agenda budaya tahunan bagi masyarakat setempat.
Tradisi Gebyuran Bustaman telah menjadi kegiatan budaya yang berhasil menarik perhatian masyarakat umum karena menciptakan suasana kebersamaan dan kemeriahan menjelang bulan puasa.
Dilansir dari akun media sosial @kampung_bustaman, Selasa (10/2/2026), rangkaian tradisi Gebyuran Bustaman akan kembali digelar dengan sejumlah agenda kegiatan yang akan dilaksanakan di kawasan Kampung Bustaman, Kota Semarang.
Sejarah Tradisi Gebyuran Bustaman
Tradisi Gebyuran Bustaman merupakan upacara perang air yang digelar dengan tujuan untuk membersihkan diri dari dosa-dosa sebelum melaksanakan ibadah puasa selama satu bulan.
Dilansir dari akun media sosial @kampung_bustaman, tradisi Gebyuran Bustaman disebut lahir di Kampung Bustaman, Kota Semarang Tengah, Jawa Tengah. Tradisi ini diketahui berawal dari tradisi Kyai Kertoboso Bustam yang memandikan keluarga dari sumur kampung sebelum bulan Ramadan.
Sebelum menciptakan tradisi perang air ini, Kyai Bustam telah dikenal sebagai sosok yang religius, peduli sosial, dan berjasa di masa kolonial Belanda. Oleh karena itu, Kyai Bustam yang diketahui bukan warga asli Kota Semarang tersebut, mendapatkan sebidang tanah dari pemerintah Belanda.
Setelahnya, Kyai Bustam membangun wilayah dari sebidang tanah yang diberikan, dan selesai pembangunan masyarakat sekitar menamai wilayah tersebut dengan nama Kampung Bustaman.
Lebih dari sekadar tradisi, Gebyuran Bustaman menjadi cara kampung Bustaman untuk melawan lupa, menjaga identitas di tengah kota yang terus berubah. Meski telah ada sejak zaman dahulu, tradisi Gebyuran Bustaman diketahui kembali dihidupkan sejak tahun 2012 lalu.
Upaya revitalisasi tradisi ini, disebut diinisiasi oleh warga dan seniman kolektif Hysteria. Dari upaya revitalisasi ini, tradisi Gebyuran Bustaman dibuat menjadi sebuah festival tahunan yang menyajikan kirab budaya, doa, ziarah leluhur, hingga perang air.

9 hours ago
4

















































