DUA band legendaris asal Yogyakarta, KLa Project dan Jikustik, secara manis menutup gelaran Prambanan Jazz Festival 2026. KLa Project tampil terakhir di Guyub Stage sementara Jikustik tampil di Rukun Stage pukul 16.30 WIB di Yogyakarta, Ahad, 5 Juli 2026.
Latar Candi Prambanan menjadi visual yang indah saat KLa Project tampil membawakan lagu “Hey” di awal-awal penampilannya. Di tengah lagu, vokalis Katon Bagaskara menanyakan penonton. “Kenapa masih pada di sini belum pada pulang? Mau saja nonton band tua seperti kami. Tapi terima kasih banyak ya,” katanya.
Selanjutnya KLa Project membawakan lagu “Menjemput Impian” yang dirilis pada 2000 itu. Aksi panggungnya dilanjutkan dengan tembang “Tentang Kita”. “Biasanya ini lagu terakhir tapi karena waktu kita tak banyak maka kami mainkan,” kata gitaris Romulo Radjadin. “Semuanya mau tinggal di sini atau kita pulang? Memang keren sih ini band saya juga enggak pernah latihan soalnya. Kami di sini mewakili jazz progresif rock,” Katon menimpali.
Kemudian band yang terbentuk sejak 1988 itu pun memperlihatkan kepiawaian Adi Adrian sebagai keyboardis, lalu lagu “Semoga” yang dirilis pada 1990 itu pun berkumandang. Penampilan KLa Project dilanjutkan dengan dua lagu lainnya yakni “Terpurukku di Sini” dan “Tak Bisa ke Lain Hati”.
Sebagai penutup, KLa Project memainkan lagu “Yogyakarta” diiringi nyanyian penonton. Namun di tengah lagu, saat penonton mengira lagu selesai, KLa Project justru menghadirkan seorang sinden dan sekelompok pemain gamelan untuk mengiringi lagu itu. Perpaduan itu menambah nuansa magis di tengah-tengah Candi Prambanan.
Pongki Barata Kembali ke Jikustik
Mantan vokalis grup musik Jikustik, Pongki Barata, tampil dalam Prambanan Jazz Festival 2026 di pelataran Candi Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, 5 Juli 2026. Tempo/Martin Yogi Pardamean
Sementara sore sebelum KLa Project menutup Prambanan Jazz Festival 2026, band asal Yogyakarta lainnya, Jikustik, tampil menghibur penonton dan membuka penampilannya dengan lagu “Maaf” dan “Seribu Tahun Lamanya” yang sama-sama dirilis pada 2000. “Hari ini spesial karena jarang sekali kami bisa main berlima. Kami main jam segini menunjukkan band sukses, yang main malam itu band lebih sukses,” kata Pongki sembari bercanda.
Lalu band yang telah berusia 30 tahun itu pun membawakan lagu “Saat Kau Tak di Sini”. “Kalau tak ada Pongki dan Mas Didi, Jikustik tak ada karena mereka yang bikin band ini. Tapi sekarang saya sudah jadi vokalisnya,” kata vokalis dan pemain bas Aji Mohammad Mizra.
“Senang ya kamu saya keluar, akhirnya kamu mengemban posisi yang berat itu, haha,” ujar Pongki.
Pongki mengatakan selanjutnya mereka akan membawakn lagu yang diinisiasi gitaris Ardi Nurdin untuk direkam. “Jadi ceritanya label minta lagu ke kami, dan Mas Didi bilang rekam ini saja. Ternyata jadi salah satu lagu yang bikin kami terkenal di tingkat kecamatan. kalau kalian tak ikutan nyanyi lagu ini saya akan berhenti dari dunia modeling,” tuturnya sembari tertawa. Lalu intro lagu “Setia” pun disuguhkan kepada penonton.
Jikustik masih melanjutkan aksi panggungnya dengan lagu “Untuk Dikenang”, “Puisi”, dan “Dia Harus Tahu”. Aksi panggung Jikustik ditutup dengan lagu populer “Selamat Malam Dunia” diiringi nyayian dan goyangan para penonton.

8 hours ago
7




































