BATAMUPDATE.COM, BATAM – Ribuan pencari kerja memadati Job Fair Politeknik Negeri Batam (Polibatam) 2025. Namun berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, kali ini para peserta tidak lagi membawa map berisi berkas lamaran. Semua proses rekrutmen berlangsung serba digital, bahkan dipantau langsung oleh Artificial Intelligence (AI).
Data resmi dari platform talentcerdas.id/jobfair mencatat, hingga Jumat (21/8/2025) jumlah pendaftar mencapai 5.490 orang. Dari angka itu, 3.304 orang berhasil diverifikasi, sementara sisanya belum lolos tahap administrasi. Menariknya, hanya 24 peserta yang merupakan alumni Polibatam, sisanya berasal dari berbagai wilayah di Batam dan Kepri.
“Jumlah pendaftar terus naik, ini bukti bahwa sistem berbasis digital benar-benar dibutuhkan masyarakat. Lewat aplikasi, kami bisa memantau lowongan, mengukur kompetensi, hingga tren karier ribuan pencari kerja,” ujar Kepala Disnakertrans Kepri, Diky Wijaya, saat meninjau dashboard monitoring.
AI Jadi ‘Mak Comblang’ Tenaga Kerja dan Perusahaan
Sistem AI dalam platform ini secara otomatis mencocokkan profil pencari kerja dengan kebutuhan perusahaan. Proses yang biasanya memakan waktu berminggu-minggu kini bisa dipangkas hanya hitungan hari. Wawancara kerja pun langsung dijadwalkan pada 20–21 Agustus, sehari setelah pendaftaran ditutup.
Hanya tujuh perusahaan yang ikut serta, namun total ada 42 posisi jabatan yang dibuka. Di antaranya PT Caterpillar Indonesia Batam, PT Terminal Elektronika Sekawan, PT Bank KB Bukopin Tbk, PT Pegatron Technology Indonesia, PT Prima Karya Sarana Sejahtera, PT Sat Nusapersada Tbk, dan Kawan Lama Group.
Gratis, Disnakertrans Imbau Waspada Penipuan
Disnakertrans Kepri menegaskan seluruh Job Fair resmi tidak dipungut biaya. Pencari kerja hanya perlu menyiapkan dokumen digital.
“Kami imbau masyarakat hati-hati terhadap oknum yang memanfaatkan acara ini untuk penipuan,” tegas Diky.
Langkah Besar Menuju Ekosistem Digital Ketenagakerjaan
Selain rekrutmen, Polibatam juga menandatangani MoU dengan sejumlah lembaga vokasi di Batam. Kolaborasi ini diarahkan untuk memperkuat link and match pendidikan dan industri, sekaligus mengembangkan platform digital tenaga kerja.
Kepala Bidang Pelatihan dan Penempatan Disnakertrans Kepri, Suryadi, menyebut program ini nantinya akan diintegrasikan dengan platform “Siap Kerja” milik Kementerian Ketenagakerjaan.
“Integrasi ini bukan sekadar etalase lowongan. Data kompetensi masyarakat bisa jadi acuan pemerintah dalam merancang program pelatihan dan bahan pertimbangan investor terkait ketersediaan SDM,” jelasnya.
Tingkat Pengangguran Jadi Fokus
Menurut BPS, Batam masih mencatat tingkat pengangguran terbuka yang cukup tinggi. Karena itu, Job Fair berbasis AI ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang untuk mempercepat penyerapan tenaga kerja sekaligus memperbaiki ekosistem ketenagakerjaan di Kepri.
Meski hanya menghadirkan tujuh perusahaan, 5.490 pendaftar dengan sistem AI menjadi bukti bahwa Polibatam Job Fair 2025 menandai pergeseran besar: dari pola rekrutmen konvensional ke ekosistem digital yang lebih cerdas, cepat, dan transparan. (*/md)