Jayamas Medica (OMED) Naikkan Target Pendapatan 2026 Jadi Rp2,6 Triliun

1 day ago 10

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten produsen alat kesehatan, PT Jayamas Medica Industri Tbk. (OMED) mematok target anyar pendapatan sepanjang 2026 setelah melihat realisasi kinerja pada semester I/2026.

Optimisme tersebut ditopang oleh pertumbuhan penjualan alat kesehatan, penguatan jaringan distribusi dan ritel, serta ekspansi produk baru. 

Direktur Operasional OMED Leonard Hariadi Hartanto memperkirakan penjualan 2026 dapat melampaui target awal sebesar Rp2,3 triliun.

Dia melihat pada semester II/2026 masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar karena secara historis kontribusi penjualan OMED pada semester I sebesar 45% sisanya 55% pada semester II.

“Saat ini tim manajemen sudah melakukan proyeksi untuk Rp2,3 triliun akan terlampaui. Kami saat ini punya target baru antara Rp2,5 triliun sampai Rp2,6 triliun,” ujarnya dalam earning calls, Rabu (12/8/2026).

Dengan pola tersebut, manajemen kini membidik penjualan sekitar Rp2,5 triliun-Rp2,6 triliun pada 2026, lebih tinggi dari target awal Rp2,3 triliun.

Untuk mengejar target tersebut, OMED masih mengandalkan segmen medical disposable and device sebagai salah satu motor pertumbuhan pada semester II/2026.

Perseroan juga akan memperkuat jaringan ritel dan distribusi dengan menambah satu jaringan ritel baru di Jakarta.

Sementara untuk distribusi, perseroan belum berencana menambah jaringan baru. Fokusnya adalah mengoptimalkan jaringan yang sudah tersedia, terutama setelah beroperasinya gudang di Pulogadung, Jakarta.

“Di kota-kota yang lebih dekat, contoh Bandar Lampung, Pontianak, Batam, sekarang pengirimannya sudah kita distribusikan dari Jakarta,” kata Leonard.

Strategi tersebut diharapkan memangkas waktu pengiriman sekaligus meningkatkan kemampuan perseroan dalam menjaga ketersediaan pasokan di sejumlah wilayah.

Langkah percaya diri OMED juga ditopang kinerja sepanjang 2026 juga ditopang kinerja semester I/2026 yang solid. Perseroan membukukan penjualan bersih Rp1,167 triliun, tumbuh 26% secara tahunan dari Rp925,8 miliar pada semester I/2025.

Pertumbuhan lebih tinggi terlihat pada laba bersih yang mencapai Rp221,5 miliar, melonjak 43,2% dibandingkan Rp154,7 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Di tengah optimisme pasar domestik, bisnis ekspor OMED masih menghadapi kendala. Target ekspor US$1 juta-US$1,5 juta pada tahun ini diperkirakan belum terealisasi karena sejumlah proyek mengalami penundaan.

Kebut Pabrik Ngrimbi

Dari sisi ekspansi, OMED telah merealisasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) hampir Rp44 miliar hingga Juni 2026. Angka tersebut masih di bawah proyeksi capex sepanjang tahun yang mencapai sekitar Rp150 miliar.

Direktur Keuangan OMED Eka Suwignyoo mengatakan realisasi capex hingga semester I/2026 masih sedikit terlambat. Sisa anggaran akan digunakan untuk sejumlah kebutuhan, termasuk pembangunan pabrik keempat di Ngirimbi, Jombang dan penambahan mesin, serta inventaris.

“Memang agak sedikit ter-delay. Nanti akan ada tambahan, misalnya proyek pabrik keempat di Ngrimbi lalu mesin-mesin maupun beberapa inventaris,” ujar Eka.

Dari sisi produksi, OMED akan menambah sejumlah mesin pada semester II/2026, tetapi tidak akan terlalu besar secara nilai, dengan sekitar 1-3 mesin baru.

Salah satunya adalah mesin auto clutch yang telah dipasang sekitar dua pekan sebelum pernyataan tersebut disampaikan. Selain itu, pembangunan pabrik baru di Ngerimbi, Jombang, Jawa Timur telah dimulai sejak sekitar dua hingga tiga bulan lalu.

Source link

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |